Bupati Situbondo pastikan lelang pengelolaan Pasir Putih transparan - ANTARA News Jawa Timur

2026/08/11

Situbondo (ANTARA) - Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo memastikan proses lelang Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Wisata Bahari Pasir Putih dengan pihak ketiga sesuai regulasi dan transparan.

"Kami siap menjaga akuntabilitas dan transparansi. Tidak ada yang deal di belakang, saya pastikan profesional, transparan dan akuntabel," ujarnya dalam konferensi pers, di Situbondo, Jawa Timur (Jatim), Selasa.

Lelang untuk pengembangan objek Wisata Bahari Pasir Putih di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan ini, kata Rio, pemerintah daerah setempat tidak hanya sekadar mencari investor.

Namun lebih dari itu, katanya lagi, yakni mencari partner atau mitra profesional yang berpengalaman, mulai dari konsep yang nantinya dipaparkan hingga kemampuan investasi serta komitmen membangun destinasi wisata pantai itu.

"Kami tidak ingin mencari siapa yang paling dekat dengan pemerintah atau secara personal dengan siapa pun. Yang terbaik akan kami pilih bukan karena dekat, tapi mereka (investor) punya komitmen dan ingin mengembangkan Pasir Putih," kata Bupati.

Dalam dokumen kerja sama pemanfaatan wisata Pasir Putih yang menjadi ikon pariwisata Situbondo, katanya lagi, mencantumkan target investasi minimal Rp40 miliar dalam 5 tahun pertama untuk pembangunan dan peningkatan sarana-prasarana kawasan wisata yang terletak di jalur Pantura Jawa-Bali itu.

Rio menegaskan bahwa KSP wisata Pasir Putih tersebut bukan menjual aset dan pihak ketiga atau mitra hanya mengelola.

"Tanah dan aset tetap menjadi milik pemerintah daerah, mitra mendapatkan hak mengelola dan mengembangkan kawasan sesuai dengan perjanjian," katanya.

Bupati menginginkan investor nantinya tak hanya melihat Pasir Putih hanya sebagai pantai, tapi sebagai kawasan destinasi wisata bahari yang terintegrasi.

"Di Pasir Putih ini ada hotel, resort, restoran, sport tourism, diving, family recreation, events dan sebagainya.Jadi, silakan itu dikembangkan," ujarnya lagi.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.