Ambon (ANTARA) -
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir mengerahkan seluruh mobil tangki yang tersedia di daerah itu untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino.
“Fenomena El Nino ini terjadi di mana-mana. Kami sebenarnya melakukan langkah-langkah yang juga sangat maksimal dengan keadaan yang ada,” kata Zulkarnain di Ambon, Kamis.
Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya melakukan penanganan melalui kebijakan administratif, tetapi juga mengerahkan sumber daya yang tersedia di lapangan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus membantu menangani kebakaran.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan yakni mengirim mobil tangki ke Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat yang mengalami kekeringan sekaligus terdampak kebakaran.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengerahkan mobil tangki yang tersedia guna mendukung penanganan di wilayah tersebut.
“Semua mobil tangki yang ada di Maluku Tengah ini dikerahkan,” ujarnya.
Langkah serupa dilakukan di wilayah Ureng yang mengalami persoalan kekeringan dan kebutuhan air. Pemkab Maluku Tengah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mengarahkan bantuan mobil tangki ke lokasi tersebut.
Zulkarnain menyatakan, kondisi El Nino membuat persoalan kekeringan dan karhutla harus ditangani secara bersamaan. Keterbatasan air tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran karena kondisi lahan yang kering.
Selain mengerahkan sumber daya untuk penanganan di lapangan, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Imbauan kami yang paling penting, tolong didengar. Kalau buka lahan, tahan-tahan dulu. Jangan buka dengan kebiasaan yang selama ini,” pintanya.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.