Bupati Madiun buka MPLS Sekolah Rakyat bagi 260 siswa Desil 1-2 - ANTARA News Jawa Timur

2026/07/31

Madiun (ANTARA) - Bupati Madiun, Jawa Timur, Hari Wuryanto membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) bagi 260 siswa dari keluarga prasejahtera di kabupaten tersebut.

"Ini kesempatan yang luar biasa bagi Kabupaten Madiun. Alhamdulillah, anak-anak kami yang berada pada Desil 1 dan 2 tahun ini sebanyak 260 anak bisa tertampung di Sekolah Rakyat," ujar Bupati Hari Wuryanto di Madiun, Jumat.

Ia mengatakan  dimulainya MPLS tersebut menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun. Program itu merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.

Dengan MPLS, 260 peserta didik yang sebelumnya berstatus calon siswa, resmi ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Mereka akan mengikuti pendidikan secara penuh dengan seluruh kebutuhan belajar dan tempat tinggal ditanggung oleh pemerintah.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, karena diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui pendidikan.

"Melalui Sekolah Rakyat ini, kita tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga merealisasikan upaya pengentasan kemiskinan sejak dini," katanya.

Bupati Hari menjelaskan seluruh biaya pendidikan, kebutuhan asrama, hingga fasilitas penunjang siswa telah ditanggung oleh negara. Dengan demikian orang tua tidak lagi dibebani biaya sekolah, sehingga dapat lebih fokus mendukung perkembangan anak.

Selain itu Pemkab Madiun memastikan terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pendidikan berjalan sesuai sasaran dan mampu mencetak lulusan yang berkualitas.

Adapun sesuai data Kementerian Sosial RI, SRT Madiun dibangun di lahan eks bengkok di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, dengan luas mencapai 5,8 hektare.

Saat ini sebagian gedung utama dan kelas telah dapat digunakan, namun sebagian lainnya - utamanya asrama dan kantin - masih dalam tahap pengerjaan penyelesaian fasilitas sanitasi.

Sesuai target, siswa diperkirakan mulai menempati asrama dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara penuh pada kisaran pertengahan Agustus 2026.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.