Bupati Lampung Timur: Sekolah Rakyat putus mata rantai kemiskinan
Jumat, 14 Agustus 2026 19:17 WIB
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana. (ANTARA/HO/Kominfo Lampung Timur)
Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten
Lampung Selatan (ANTARA) - Bupati Lampung Timur (Lamtim) Ela Siti Nuryamah menyebutkan kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi menjadi langkah strategis pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan sarana pendidikan baru, tetapi menjadi wujud sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat kurang mampu.
“Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan,” ujar Ela sebagaimana dikonfirmasi di Lampung Selatan, Jumat.
Ia mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi keluarganya.
Karena itu, Pemkab Lampung Timur berkomitmen mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang mandiri, disiplin dan memiliki keterampilan.
“Sekolah ini harus menjadi tempat untuk membentuk kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, keterampilan, kepedulian sosial, sekaligus karakter peserta didik,” katanya.
Dirinya berharap lingkungan pendidikan tersebut dapat menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
“MPLS merupakan awal perjalanan baru. Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga sederhana. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” ujarnya.
Dia menegaskan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Melalui Sekolah Rakyat, Pemkab Lampung Timur berharap lahir generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kuat, keterampilan, kepedulian sosial, dan semangat untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat rentan, sehingga keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bupati Lampung Timur sebut Sekolah Rakyat putus mata rantai kemiskinan
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.