Bupati Kotim tekankan karhutla tanggung jawab bersama

2026/08/17

Bupati Kotim tekankan karhutla tanggung jawab bersama

Senin, 17 Agustus 2026 19:26 WIB

Image Print

Bupati Kotim Halikinnor saat diwawancarai usai acara silaturahim kebangsaan dalam rangka merayakan HUT ke 81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor menekankan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan tanggung jawab bersama, seiring tingginya kejadian kebakaran dan titik panas yang terpantau di wilayah tersebut.

"Saat ini, ada satu tantangan yang harus menjadi perhatian kita bersama, yaitu kebakaran hutan dan lahan. Karhutla bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," kata Halikinnor di Sampit, Senin.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang ia tekankan dalam pidato peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kotim. Apalagi berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim hingga 15 Agustus 2026, tercatat sebanyak 317 kejadian karhutla yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.

Kebakaran tersebut menghanguskan lahan dengan luas lebih dari 1.207 hektare. Kecamatan Seranau menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling besar dengan luasan lahan terbakar mencapai lebih dari 703 hektare.

Selain kejadian kebakaran, kondisi titik panas juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Akumulasi hotspot di Kotim sejak Januari hingga pertengahan Agustus 2026 telah mencapai 2.983 titik yang tersebar di seluruh kecamatan.

Menurut Halikinnor, tingginya kejadian karhutla dan titik panas tersebut menunjukkan kewaspadaan serta upaya pencegahan harus terus diperkuat. Penanganan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh seruh elemen masyarakat.

"Kita membutuhkan kesiapsiagaan pemerintah, dukungan dunia usaha, peran para tokoh, kepedulian generasi muda dan terutama kesadaran setiap masyarakat, agar penanganan Karhutla dapat berjalan maksimal," tegasnya.

Ia menyebut kesiapsiagaan pemerintah perlu diperkuat dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya dampak karhutla, terutama terhadap kualitas udara.

Pencegahan sejak dini juga menjadi langkah yang lebih efektif dibandingkan menunggu kebakaran meluas dan kemudian melakukan pemadaman.

Halikinnor mengingatkan seluruh pihak agar menjadikan pencegahan sebagai prioritas dalam menghadapi ancaman karhutla. Sebab, menjaga lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kelestarian alam, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keberlanjutan perekonomian masyarakat.

"Mencegah lebih baik daripada memadamkan. Menjaga alam berarti menjaga kesehatan, menjaga ekonomi, dan menjaga masa depan generasi kita," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi daerah yang aman dan kondusif menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pembangunan Kotim. Pemerintah daerah masih memiliki berbagai agenda pembangunan yang harus dilanjutkan, mulai dari peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga penguatan perekonomian masyarakat.

Pemerintah juga perlu membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda agar dapat berkembang dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Maka dari itu, gangguan akibat bencana karhutla diharapkan dapat ditekan agar pembangunan tidak terganggu.

Baca juga: 567 warga binaan Lapas Sampit dapat remisi HUT ke-81 RI

Halikinnor optimistis Kotim memiliki modal yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Modal itu tidak hanya berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia, tetapi juga masyarakat yang bekerja keras serta generasi muda yang kreatif.

Lebih dari itu, ia menilai semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kotim merupakan kekuatan penting dalam menghadapi karhutla maupun tantangan pembangunan lainnya.

Habaring Hurung merupakan pesan yang diwariskan para leluhur agar masyarakat terus menjaga semangat untuk saling membantu, menguatkan dan bekerja bersama dalam mencapai tujuan yang lebih besar.

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.