Bupati: Grebeg Suran Baturraden memperkuat budaya dan pariwisata daerah

2026/07/12

Bupati: Grebeg Suran Baturraden memperkuat budaya dan pariwisata daerah

Minggu, 12 Juli 2026 17:18 WIB

Image Print

Masyarakat berebut gunungan hasil bumi dalam kegiatan Grebeg Suran Baturraden 2026 di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2026). ANTARA/Sumarwoto

Banyumas (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan Grebeg Suran Baturraden 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat di kabupaten setempat.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Banyumas Junaidi pada acara Grebeg Suran Baturraden 2026 di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, dia mengatakan Grebeg Suran bukan sekadar tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Muharam atau Sura.

“Lebih dari itu, Grebeg Suran merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus wujud penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Pemerintah Kecamatan Baturraden, pemerintah desa, pelaku budaya, komunitas seni, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat yang bergotong royong menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurut dia, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam menjaga identitas budaya Banyumas sekaligus menggerakkan kemajuan daerah.

“Grebeg Suran mengandung nilai-nilai penting tentang hidup selaras dengan alam, menjaga persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, dan melestarikan budaya sebagai jati diri masyarakat Banyumas,” katanya.

Ia menilai Baturraden memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Banyumas, karena memiliki perpaduan keindahan alam lereng Gunung Slamet dengan kekayaan seni, budaya, dan kearifan lokal.

Oleh karena itu, kata dia, penyelenggaraan festival dan Grebeg Suran menjadi sarana memperkenalkan potensi Baturraden kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen mendukung berbagai kegiatan budaya yang mampu memperkuat sektor pariwisata daerah.

Menurut dia, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, juga harus dibangun melalui kekuatan budaya, kreativitas masyarakat, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan.

"Ketika budaya tetap lestari dan masyarakat menjadi pelaku utama, pariwisata akan tumbuh secara berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah di tengah derasnya arus globalisasi.

Menurut dia, budaya lokal merupakan identitas yang harus dijaga bersama serta dapat menjadi sumber inspirasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan membangun Banyumas tanpa kehilangan akar budayanya.

“Festival dan Grebeg Suran juga menjadi ruang silaturahim yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang, sehingga semangat persatuan, gotong royong, dan saling menghormati dapat terus dipelihara sebagai modal sosial dalam pembangunan daerah,” kata Bupati.

Festival dan Grebeg Suran Baturraden 2026 itu diawali dengan kirab budaya yang diberangkatkan dari kawasan Wanawisata Baturraden menuju Lokawisata Baturraden.

Kirab budaya yang diikuti perwakilan seluruh desa di Kecamatan Baturraden mengiringi pembawa jolen sesaji dan gunungan hasil bumi.

Sesampainya di Lokawisata Baturraden dilakukan penyerahan jolen sesaji beserta gunungan hasil bumi kepada pejabat Pemerintah Kabupaten Banyumas yang dilanjutkan ritual di petilasan atau situs Baturraden serta larungan di Sungai Gumawang yang berada di tengah Lokawisata Baturraden dan diakhiri perebutan gunungan hasil bumi oleh masyarakat.

Festival dan Grebeg Suran Baturraden juga dimeriahkan dengan tarian lengger yang dimainkan oleh sejumlah mahasiswa mancanegara serta penampilan Barongsai.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.