Ciamis, Jawa Barat (ANTARA) - Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyebutkan kegiatan Gebyar Angklung Part 2, yang dimainkan serentak oleh aparatur sipil negara (ASN) aktif dan pensiunan itu membantu mempromosikan angklung sebagai produk khas Ciamis, sekaligus melestarikan kesenian daerah.
"Kebetulan angklung ini banyak diproduksi di Ciamis, jadi sewajarnya kalau Ciamis guyub membantu mempromosikan," kata Bupati seusai acara Gebyar Angklung Part 2 di Alun-alun Ciamis, Jawa Barat, Rabu.
Ia menuturkan Gebyar Angklung itu melibatkan banyak orang yang memainkannya secara bersama-sama di ruang publik dalam rangka melestarikan dan memperkuat identitas budaya daerah Jawa Barat, khususnya Ciamis.
Angklung tersebut, kata dia, merupakan alat kesenian musik daerah khas Jawa Barat yang selama ini salah satu daerah produsen angklung yakni Kabupaten Ciamis, sehingga perlu didorong pemasarannya.
"Kita bantu pemasarannya," katanya.
Ia menyampaikan selama ini pemasaran angklung dari Ciamis sudah tersebar di sejumlah daerah, termasuk pasarnya ke lingkungan seni, salah satunya yang terkenal yakni Saung Angklung Udjo di Bandung sebagai destinasi wisata budaya.
Ia berharap lingkungan seni lainnya juga dapat membeli produk angklung yang diproduksi dari Ciamis sehingga bisa memberikan keuntungan sekaligus menjaga kesenian yang menjadi khas Jawa Barat.
"Salah satu pasarnya lingkungan seni di bawah pimpinan Mang Udjo di Bandung, angklung kita sudah masuk ke sana, mudah-mudahan kita bisa membuat lain bisa pesan produksi angklung di Ciamis," katanya.
Sementara itu, kegiatan Gebyar Angklung Part 2 diikuti 465 peserta dari kalangan ASN dan pensiunan ASN dalam rangka HUT ke-46 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya Sunda dan memperkuat identitas budaya daerah.
Acara tersebut berlangsung meriah dengan memainkan sejumlah lagu daerah yang diiringi dengan suara khas alat musik tradisional angklung.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.