Kelay, Kaltim (ANTARA) - Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengajak semua elemen mulai dari pemerintah, perusahaan, lembaga, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring musim kemarau yang lebih kering dari panas normal.
"Bagi masyarakat, jangan melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kondisi saat ini panas sangat kering sehingga api bisa cepat menjalar ke berbagai arah," ujar bupati saat mengecek langsung pemadaman karhutla oleh petugas di Kilometer 9 Kecamatan Kelay, Selasa.
Sedangkan Dinas Pemadaman Kebakaran, Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD), dan perusahaan perusahaan perkebunan diajak meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak dalam mitigasi baik pencegahan maupun penanganan karhutla agar tidak menimbulkan dampak lebih luas.
"Kondisi karhutla yang terjadi kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Keterbatasan sarana pemadam membuat penanganan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, sehingga diperlukan dukungan bersama dari dunia usaha, TNI, Polri, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan," kata bupati lagi.
Sementara itu, saat bupati bersama wakil bupati meninjau proses pemadaman di Kelay tersebut, tampak tim gabungan dari banyak unsur terus melakukan pemadaman. Dari jalan poros Kelay, terlihat jejak api menyebar akibat kondisi semak dan ilalang yang kering, ditambah dengan cuaca panas dalam beberapa bulan terakhir.
Dari kejauhan, terlihat kepulan asap tebal memenuhi area yang terbakar. Tim gabungan dari unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, serta petugas terkait terus berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke kawasan lainnya.
Petugas tampak bergerak cepat menyusuri area yang dipenuhi ilalang dan semak kering. Kondisi vegetasi yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar, sementara asap cukup tebal membatasi jarak pandang di sekitar lokasi.
"Kondisi cuaca yang panas dan kering perlu diantisipasi bersama. Pengawasan di wilayah yang rawan karhutla juga harus diperkuat oleh dinas terkait dengan melibatkan aparat serta masyarakat, khususnya pada kawasan yang memiliki tutupan hutan dan lahan luas dan kering," ujar bupati.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.