Bupati Belitung ingatkan ASN jaga integritas - ANTARA News Bangka Belitung

2026/09/18

Belitung (ANTARA) - Bupati Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat mengingatkan ASN menjaga integritas, soliditas, dan kecepatan kerja guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di daerah itu.

‎"ASN bukan hanya memiliki kemampuan, tapi juga integritas yang sudah kita ikrarkan bersama-sama. Karena kemampuan tanpa integritas bisa disalahgunakan, kewenangan tanpa integritas akan jadi masalah," katanya dalam acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di Tanjungpandan, Jumat.

‎Ia mengingatkan kemampuan tinggi tanpa dibarengi integritas justru berpotensi disalahgunakan.

‎Djoni Alamsyah menekankan, ukuran integritas yang sebenarnya diuji ketika tidak ada pengawasan.

‎Menurutnya, Indonesia saat ini tidak hanya membutuhkan orang pintar, melainkan orang pintar yang benar dan berintegritas agar pembangunan daerah dapat berjalan maju.

‎"Jika manusia tidak berintegritas, maka pembangunan tidak akan maju. Indonesia tidak butuh banyak orang pintar, namun butuh orang pintar yang benar dan berintegritas," ujarnya.

‎Selain integritas, Bupati Belitung juga menyoroti pentingnya kekompakan, khususnya bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.

‎Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak dalam satu irama dan satu target yang sama tanpa ada perpecahan di internal instansi.

‎"Jangan kepala dinas ke kiri, sekretaris dinas ke kanan, anak buah ke belakang dan ke depan. Ini yang betul-betul dijaga, satu OPD satu irama dan satu target. Jika ada masalah internal dan perbedaan pendapat, selesaikan secara profesional dan jangan berlarut-larut," katanya.

‎Tak lupa, Djoni Alamsyah mengajak ASN untuk menerapkan tiga prinsip utama, yakni solid, speed, dan cerdas (smart)

‎"OPD harus memiliki frekuensi yang sama agar bisa langsung bergerak cepat (speed) dalam merespon persoalan pelayanan, serta cerdas (smart) dalam mengambil keputusan dan mengelola anggaran. Para pejabat juga diminta untuk meninggalkan zona nyaman, tidak hanya menunggu laporan, serta bekerja secara kolaboratif "mengeroyok" program demi memberikan efek berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.

Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.