Bupati Banyumas tekankan pendidikan budi pekerti

2026/10/17

Bupati Banyumas tekankan pendidikan budi pekerti

Minggu, 18 Oktober 2026 00:15 WIB

Image Print

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi sambutan dalam Gelar Griya Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 2 Banyumas di Gedung Gurinda Sarwa Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menekankan pentingnya pendidikan budi pekerti di sekolah untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, memiliki solidaritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Yang saya inginkan ada muatan lokal, salah satunya pelajaran budi pekerti. Bangsa yang penuh solidaritas dan kemanusiaan perlu menerapkan budi pekerti,” katanya dalam kegiatan Gelar Griya Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 2 Banyumas di Gedung Gurinda Sarwa Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.

Ia berharap pendidikan budi pekerti dapat menjadi salah satu muatan lokal yang diterapkan di sekolah-sekolah Banyumas, termasuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dan Sekolah Rakyat.

Menurut dia, pendidikan budi pekerti perlu melengkapi pendidikan agama dalam membentuk sikap dan perilaku peserta didik, terutama dalam menghormati guru serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Sadewo mencontohkan perubahan sikap siswa terhadap guru dibandingkan dengan masa ketika dia masih bersekolah.

Saat itu, kata dia, siswa menunjukkan penghormatan kepada guru dengan berebut membawakan sepeda sang guru yang baru tiba di sekolah.

Menurut dia, nilai-nilai tersebut perlu terus diperkuat dalam lingkungan pendidikan saat sekarang.

“Kalau sekarang, siswa seringkali diam saja ketika gurunya datang. Oleh karena itu, pendidikan budi pekerti penting untuk membentuk karakter siswa,” katanya.

Ia menilai pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas, juga membutuhkan keteladanan guru, dukungan orang tua, serta lingkungan sekolah yang mendukung tumbuhnya sikap saling menghargai.

Selain penguatan karakter, katanya, fasilitas pendidikan yang memadai juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas merencanakan pembangunan fasilitas pendidikan SNT di kawasan dengan luas lahan sekitar 20 hektare.

“Pembangunan tersebut dilaksanakan pada November 2026 dan saat ini masih dalam proses koordinasi dengan kementerian terkait,” katanya.

Ia mengharapkan fasilitas pendidikan tersebut nantinya tidak hanya dimanfaatkan oleh siswa SNT, juga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan dari sekolah lain sesuai kebutuhan.

Ia juga mengapresiasi berbagai karya siswa yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, termasuk robot dan permainan tradisional.

“Karya-karya itu menunjukkan potensi peserta didik yang perlu terus dikembangkan melalui pembelajaran dan dukungan fasilitas yang memadai,” katanya.

Terkait dengan hal itu, Bupati mengajak kepala sekolah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.