Bulog Tanjungpinang pastikan pasokan beras dan Minyakita aman

2026/09/02

Bulog Tanjungpinang pastikan pasokan beras dan Minyakita aman

Rabu, 2 September 2026 17:54 WIB

Image Print

Warga belanja MinyaKita melalui gerakan pangan murah (GPM) yang digelar Bulog di Kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat (21/8/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Cabang Perum Bulog Tanjunginang Arief Alhadihaq memastikan pasokan beras Program SPHP dan minyak goreng "Minyakita" tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.

"Kami pastikan suplai beras dan Minyakita di pasaran berjalan lancar guna memenuhi permintaan masyarakat," kata Arief di Tanjungpinang, Rabu.

Ia menyebutkan sampai saat ini total pasokan beras SPHP di Gudang Bulog Tanjungpinang mencapai 3.000 ton, atau cukup untuk tiga bulan ke depan. Bahkan pihaknya kembali mendatangkan 1.000 ton beras SPHP dari Jakarta untuk memperkuat stok pangan.

Menurut dia, rata-rata kebutuhan beras SPHP di wilayah kerja Bulog Tanjungpinang sebanyak 350 ton per bulan, meliputi Pulau Bintan 200 ton, lalu Kabupaten Lingga dan Kabupaten Kepulauan Anambas 150 ton.

"Kita juga akan kirim 1.000 ton untuk Natuna dan 200 ton ke Anambas per September ini. Khusus Lingga sudah dikirim terlebih dulu," ujar Arief.

Sedangkan untuk stok Minyakita, lanjut Arief, tersedia 120.000.liter di Gudang Bulog Tanjungpinang. Pasokan Minyakita rutin masuk setiap minggu dari distributor Kota Batam, lalu Jakarta dan Medan dengan menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal.

Ia mengatakan penjualan Minyakita rata-rata mencapai 200 ribu liter per bulan. Distribusinya melalui mitra Rumah Pangan Kita (RPK), pasar, toko hingga swalayan.

"Sesuai edaran Kementerian Perdagangan, pembelian MinyaKita bagi konsumen dibatasi 12 liter per orang per hari. Kalau beras SPHP dua pack atau 10 kilogram," ungkapnya.

Kepala Bulog menambahkan sejauh ini harga beras SPHP dan Minyakita di pasaran masih stabil atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) sesuai ketetapan pemerintah.

Ia memerinci HET beras SPHP Rp65.000 per lima kilogram, namun rata-rata dijual Rp60.000 sampai Rp62.000 di pasaran. Sementara, HET Minyakita Rp15.700 per liter.

"Kalau ada temuan penjualan komoditi Bulog di atas HET di pasaran, silakan melapor agar segera ditindak lanjuti," ujar Arief.

Bulog menegaskan siap menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan guna menjaga daya beli masyarakat serta mengawal inflasi di daerah tetap terkendali.

Pewarta : OGN
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.