Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menekan laju kenaikan harga beras di wilayah tersebut.
"Kami sudah mulai menyalurkan beras SPHP untuk program GPM di sejumlah daerah yang bekerja sama dengan pemerintah setempat," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Rabu.
Budi mengatakan penyaluran beras SPHP itu di antaranya Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Langkat, Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar.
Lebih lanjut, ia mengatakan dari total penyaluran beras SPHP ke program GPM tersebut mencapai 200 ton per hari guna menekan laju kenaikan harga beras di setiap daerah.
"Untuk itu, kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat agar melaksanakan GPM, sebagai upaya menjangkau ke masyarakat lebih luas," ucapnya.
Di sisi lain, Budi mengatakan penyaluran beras SPHP dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), serta saluran distribusi lainnya agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
"Pada pekan ini saja, kami telah menyalurkan beras secara keseluruhan mitra itu mencapai 450-500 ton per hari, yang sebelumnya 250-300 ton per hari," ucapnya.
Ia menambahkan peningkatan penyaluran itu dilakukan karena terdapat potensi kenaikan harga beras, seiring naiknya harga gabah di tingkat petani yang telah mencapai sekitar Rp7.000-Rp7.500 per kilogram.
"Kenaikan itu terjadi karena saat ini belum memasuki musim panen. Kami memperkirakan musim panen akan berlangsung pada Agustus hingga September," ujarnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan, karena Bulog terus menyalurkan beras SPHP secara bertahap melalui jaringan pengecer resmi.
Selain menjaga ketersediaan pasokan, Bulog Sumut memastikan harga jual beras SPHP tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp13.100 per kilogram.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.