Sorong (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Sorong, Papua Barat Daya, menyiapkan sekitar 4.000 ton beras public service obligation (PSO) kualitas medium untuk memenuhi kebutuhan penyaluran golongan anggaran, seperti aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga akhir 2026.
Kepala Gudang Bulog Cabang Sorong Jufriadi, di Sorong, Rabu, mengatakan penyaluran beras PSO tersebut dilakukan secara rutin setiap bulan kepada golongan anggaran di wilayah Papua Barat Daya.
“Penyaluran setiap bulan, rata-rata berkisar 1.000 ton,” katanya.
Ia menjelaskan stok beras PSO di gudang saat ini sekitar 1.050 ton. Selain itu, Bulog Cabang Sorong tengah menerima pasokan sekitar 1.400 ton dari Gudang Bulog DKI Jakarta dan 1.000 ton dari Jatim untuk memperkuat stok.
Bulog juga menunggu pasokan sekitar 600 ton dari DKI yang saat ini dalam proses pemuatan. Pengiriman tersebut diperkirakan tiba di Sorong pada pekan pertama atau kedua, tergantung kondisi gelombang laut.
Menurut Jufriadi, tambahan pasokan tersebut membuat ketersediaan beras PSO cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran hingga akhir tahun.
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Sorong Sigit Baskoro mengatakan pasokan beras dari Jakarta dan Jawa Timur merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah Papua Barat Daya.
“Untuk saat ini saya pastikan stok yang ada di Papua Barat Daya, khususnya Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Tambrauw, dan Raja Ampat aman untuk tiga bulan ke depan,” ujarnya.
Ia mengatakan selain memenuhi kebutuhan golongan anggaran, Bulog juga menyalurkan beras melalui program SPHP guna membantu menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi.
"Untuk beras SPHP, Bulog menjual dengan harga sekitar Rp11.600 per kilogram sesuai ketentuan program," katanya lagi.
Sigit memastikan kualitas beras yang disalurkan tetap menjadi perhatian utama, dengan kondisi beras putih, tidak berbau, serta bebas dari hama.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.