Bulog Siapkan Tambahan 20 Ribu Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

2026/08/17

AKURAT.CO Perum BULOG mencatat sekitar 10-12 gudang penyimpanan beras mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kerusakan terjadi pada sejumlah bagian bangunan gudang akibat guncangan gempa.

Namun, kondisi tersebut tidak berdampak terhadap keamanan stok beras yang tersimpan.

Baca Juga: BULOG Siapkan 20 Ton Beras dan 1.000 Liter MinyakKita untuk Korban Gempa NTT

“Nah ini saja laporan kami. Kalau tidak salah sekitar ada 10-12 gudang kami yang mengalami rusak ringan dan rusak sedang,” kata Rizal saat ditemui setelah Bulog Cup 2026 di Jakarta, Senin (17/8/2026),

Rizal menjelaskan, kerusakan ringan antara lain terjadi pada dinding seng dan pintu gudang yang jebol akibat tertimpa tumpukan beras saat terjadi guncangan.

Sementara itu, beberapa gudang mengalami kerusakan sedang karena struktur bangunan mulai bergeser akibat gempa sehingga membutuhkan renovasi.

Untuk itu, Rizal menginstruksikan kepada pejabat terkait untuk segera melakukan survei terhadap kondisi struktur bangunan gudang yang terdampak.

“Karena antisipasi jangan sampai nanti tetap digunakan, tidak diperbaiki. Takutnya goyang berikutnya nanti malah lebih parah rusaknya. Bahkan mengakibatkan korban jiwa dan lain sebagainya,” ujarnya.

Meski sejumlah gudang mengalami kerusakan, Rizal memastikan stok beras BULOG di NTT masih dalam kondisi aman.

Rizal menyebut, stok beras yang tersedia saat ini berada di kisaran 35.000-37.000 ton. BULOG juga menyiapkan langkah penambahan stok untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat pasca gempa.

“Sekarang stok aman. Jadi untuk stok antara 35.000 sampai 37.000 ton,” tutur Rizal.

Rizal memperkirakan, data kebutuhan pangan di NTT masih berpotensi bertambah karena sejumlah wilayah terdampak bencana mengalami keterbatasan jaringan komunikasi.

Baca Juga: Harga Beras di Alor Tembus Rp30.000, Amran Perintahkan Bulog Turunkan Harga

Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses pendataan masyarakat terdampak dan kebutuhan logistik belum sepenuhnya optimal.

Karena itu, BULOG berencana melakukan penebalan stok dengan tambahan sekitar 20.000 ton beras untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

“Minimal kami akan tambah sekitar 20.000 ton lagi. Supaya betul-betul siap untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang ada di NTT,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk stok minyak goreng, Rizal memastikan ketersediaannya di wilayah NTT masih dalam kondisi aman.

“Minyak goreng aman,” ucap Rizal.