Bulog prioritaskan daerah terpencil salurkan bantuan pangan di Kalimantan Tengah
Jumat, 18 September 2026 12:04 WIB
Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana (dua dari kiri) meninjau penyaluran bantuan pangan di Kantor Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Jumat (18/9/2026). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Palangka Raya (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) memprioritaskan penyaluran bantuan pangan Presiden ke daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau guna memastikan seluruh bantuan tersalurkan 100 persen hingga akhir September 2026.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana di Palangka Raya, Jumat, mengatakan strategi tersebut dilakukan karena sejumlah wilayah memiliki kendala geografis dan transportasi, terutama akibat musim kemarau yang menyebabkan sejumlah sungai mengering.
"Kami prioritaskan untuk daerah-daerah yang sulit terlebih dahulu, daerah-daerah yang terjauh," kata Erwin saat meninjau penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Jumat.
Erwin mencontohkan sejumlah lokasi tujuan di Kabupaten Katingan dan Gunung Mas menghadapi kendala distribusi akibat musim kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut menyebabkan jalur sungai yang selama ini menjadi akses pengangkutan bantuan menggunakan klotok atau perahu tidak dapat dilalui secara optimal.
"Yang biasanya kami salurkan menggunakan klotok atau perahu, sekarang ada sungai yang kering. Jadi memang perlu upaya lebih dan membutuhkan waktu yang lebih lama," ujarnya.
Baca juga: Pemprov: Bantuan pangan sasar berbagai kalangan di Kalimantan Tengah saat karhutla
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bulog menggunakan moda transportasi alternatif. Pada wilayah yang sungainya benar-benar kering, bantuan diangkut menggunakan kendaraan roda dua secara bertahap, sedangkan yang bisa melalui sungai yang masih memiliki sedikit aliran air, pengangkutan tetap dilakukan menggunakan perahu dengan kapasitas yang jauh lebih kecil.
"Kalau biasanya satu sampai dua ton bisa dibawa menggunakan klotok, sekarang paling hanya 100 sampai 200 kilogram. Jadi harus bolak-balik dan waktunya lebih lama," ujarnya.
Erwin optimistis kendati menghadapi tantangan distribusi, seluruh bantuan pangan di Kalteng dapat diselesaikan sesuai target pada September.
Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan pangan di Kalimantan Tengah juga mengalami penambahan. Dari sebelumnya sekitar 207 ribu penerima, kini menjadi sekitar 212 ribu orang.
Setiap penerima memperoleh bantuan beras medium sebanyak 10 kilogram per bulan, dengan penyaluran kali ini bantuan diberikan sekaligus untuk tiga alokasi, yakni Juli, Agustus dan September, sehingga setiap penerima mendapat total 30 kilogram beras.
Adapun penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang bersumber dari data pemerintah dan digunakan melalui Badan Pangan Nasional sebagai dasar penyaluran.
Baca juga: Gubernur Kalteng dengarkan 'curhat' mahasiswa tentang pembangunan daerah
Baca juga: Gubernur Kalteng bagikan ribuan bantuan untuk mahasiswa saat karhutla
Baca juga: Gubernur datangi lansia di Petuk Katimpun, antar bantuan langsung ke rumah saat karhutla
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.