Bulog Papua salurkan bantuan pangan Juli-September kepada 845 ribu KPM

2026/08/10

Bulog Papua salurkan bantuan pangan Juli-September kepada 845 ribu KPM

Senin, 10 Agustus 2026 15:56 WIB

Image Print

Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari. ANTARA/Qadri Pratiwi

Jayapura, Papua (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Papua dan Papua Barat menyalurkan beras bantuan pangan periode Juli hingga September 2026 kepada 845 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat setempat.

Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari di Jayapura, Senin, mengatakan untuk penyaluran periode Juli hingga September 2026 dilakukan secara bertahap dengan total volume beras yang didistribusikan mencapai 25.362,750 ton.

"Bantuan yang kami salurkan ini untuk 845.425 penerima manfaat yang tersebar di Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya," katanya.

Menurut Mustari, bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan sehingga setiap keluarga bakal menerima 30 kilogram.

"Bantuan yang diberikan ini merupakan program pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diperuntukkan bagi masyarakat yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)," ujarnya.

Dia menjelaskan bantuan pangan yang diberikan ini diutamakan bagi kelompok berpenghasilan rendah yang rentan terhadap gejolak harga pangan agar dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari serta mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

"Kami bakal terus memastikan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan mencukupi untuk mendukung kelancaran distribusi hingga seluruh penerima memperoleh haknya. Untuk stok beras telah disiapkan di berbagai gudang Bulog yang tersebar di wilayah Papua guna mempercepat proses penyaluran," katanya lagi.

Dia menambahkan dalam pelaksanaannya, distribusi bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis Papua yang memiliki tantangan tersendiri. Sejumlah wilayah pegunungan, pedalaman, dan daerah terpencil masih harus dijangkau menggunakan pesawat perintis, kapal laut, maupun moda transportasi khusus.

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026