Bulog menyiapkan 110 ribu ton beras untuk disalurkan dan sidak pasar serentak

2026/09/05

Bulog menyiapkan 110 ribu ton beras untuk disalurkan dan sidak pasar serentak

Sabtu, 5 September 2026 12:55 WIB

Image Print

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberikan keterangan kepada wartawan dan menunjukkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) saat meninjau operasi pasar di Pasar Jatinegara, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog menyiapkan sekitar 110 ribu ton beras untuk disalurkan selama satu bulan di seluruh Indonesia bersamaan dengan sidak pasar serentak yang dipantau melalui Zoom dari Pasar Jatinegara, Jakarta, Sabtu.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pasokan tersebut terdiri atas sekitar 75 ribu ton beras premium dan 35 ribu ton beras medium yang akan disalurkan melalui pasar dan jaringan ritel modern.

“Disepakati teman-teman ritel modern menyerap 110.000 ton. Nah, dari 110.000 ton tersebut 75.000 ton untuk beras premium dan 35.000 ton untuk beras medium,” kata Rizal usai sidak.

Menurut dia, beras tersebut akan segera disalurkan ke pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta jaringan ritel modern di berbagai daerah.

Berdasarkan data Bulog yang diterima ANTARA, sebagian alokasi terbesar antara lain sekitar 33 ribu ton per bulan melalui PT Hero Retail Nusantara, 25 ribu ton melalui PT Sumber Alfaria Trijaya, dan 16 ribu ton melalui PT Indomarco Prismatama.

“Tujuannya supaya masyarakat tetap mendapatkan beras yang berkualitas dengan harga yang sesuai dengan HET," ujar dia.

Bersamaan dengan keputusan penyaluran itu, Rizal memimpin pemantauan pasar melalui Zoom langsung dari Pasar Jatinegara dan Pasar Rawamangun dengan jajaran Bulog di daerah, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Satgas Pangan yang berada di pasar masing-masing.

“Tujuannya tidak lain dan bukan untuk memastikan para Pimwil (Pimpinan Wilayah Bulog) dan Pinsat (Pimpinan Pusat Bulog), serta Satgas Pangan dan teman-teman Bapanas di masing-masing daerah, untuk langsung mengecek harga sembako di pasar SP2KP,” ujar Rizal saat memimpin pemantauan.

Dalam Zoom tersebut, Rizal mengecek keberadaan jajaran di pasar satu per satu dan meminta laporan langsung dari sejumlah wilayah, antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua.

Menurut dia, pemantauan kali ini sengaja dilakukan dari pasar untuk memastikan jajaran Bulog bersama Bapanas dan Satgas Pangan turun langsung mengecek perkembangan harga kebutuhan pokok.

Dirut Bulog mengatakan sidak dilaksanakan secara serentak di pasar SP2KP di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memantau jajaran Bulog di berbagai daerah melalui Zoom saat sidak pasar serentak di Pasar Jatinegara, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Di Jakarta, ia terlebih dahulu meninjau Pasar Jatinegara sebelum melanjutkan pemantauan ke Pasar Rawamangun.

Dari peninjauan di Jakarta, Rizal menyebut terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, meski dinilai tidak terlalu signifikan, antara lain daging dan cabai.

“Dari hasil temuan memang ada beberapa yang mengalami kenaikan tapi tidak terlalu signifikan, seperti daging, terus kemudian cabai yang biasa naik turun, dan sementara beras premium ada sedikit naik," ungkap dia.

Harga beras premium juga disebut mengalami sedikit kenaikan. Khusus di Pasar Rawamangun, Rizal mengatakan beras premium Pandan Wangi yang dipantaunya berada pada kisaran Rp15.000-Rp16.000 per kilogram (kg). Ia membandingkan harga tersebut dengan HET beras premium Zona I sebesar Rp14.900 per kg.

“Harganya tadi diperkirakan, dilihat harganya adalah sekitar Rp15.000 sampai dengan Rp16.000. Dan ini tidak terlalu jauh dengan range harga HET yaitu Rp14.900,” ungkap dia.

Sementara dalam pemantauan di gerai Bulog di Pasar Jatinegara, seorang pembeli bernama Asep yang turut ditanya Rizal menyebut membeli Minyakita seharga Rp15.500 dan gula Rp17.700. Harga tersebut merupakan temuan pada transaksi di gerai yang dikunjungi, bukan rata-rata harga pasar.

Menurut Rizal, perkembangan harga tersebut akan terus direspons dengan operasi pasar sekaligus penambahan pasokan beras premium dan medium melalui pasar SP2KP dan ritel modern ke depan.

“Tujuannya tidak lain dan bukan untuk mencegah terjadinya kenaikan-kenaikan inflasi harga-harga sembako di seluruh tanah air. Nah ini kita akan lakukan tindakan pencegahan, yaitu dengan melakukan operasi pasar, sekaligus menyalurkan beras-beras premium dan beras medium baik ke pasar SP2KP maupun ke ritel-ritel modern,” ucap Rizal.

Untuk Zona I yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, HET beras premium ditetapkan Rp14.900 per kg dan beras medium Rp13.500 per kg. HET beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar Rp12.500 per kg.

Sementara itu, pemantauan Bapanas per 31 Agustus 2026 mencatat rata-rata harga beras premium secara nasional sebesar Rp16.084 per kg dan beras medium Rp13.626 per kg.

Dari sisi pasokan, Bulog hingga 2 September 2026 telah menyerap sekitar 3,7 juta ton beras dari target 4 juta ton sepanjang tahun ini. Stok beras yang tersimpan di gudang Bulog dan gudang mitra pada periode yang sama mencapai sekitar 5,4 juta ton.

Rizal mengatakan operasi pasar akan dilanjutkan selama masih terjadi fluktuasi kenaikan harga agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.

“Operasi pasar kami lakukan sepanjang itu masih naik, kami lakukan operasi pasar. Sampai dengan betul-betul turun beras-beras itu,” tutur dia.

Pewarta : Aria Ananda
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.