Buku bekas di Jepang mendadak mengalami lonjakan penjualan yang sangat signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena borong buku hingga hitungan ton ini memicu berbagai spekulasi di kalangan pemilik toko, yang belakangan terungkap bahwa pesanan masif tersebut berasal dari perusahaan raksasa kecerdasan buatan luar negeri.

Lalui informasi yang kami dapatkan dari tom’sHardware, pembelian buku bekas di Jepang secara besar-besaran ini diduga kuat dimanfaatkan oleh pengembang AI untuk melatih model kecerdasan buatan mereka. Ribuan literatur fisik dengan topik filsafat, sejarah, hukum, hingga sains dikumpulkan dari berbagai toko online, lalu dikirim ke pusat logistik sebelum akhirnya diterbangkan ke fasilitas pemindaian.
Proses yang dilakukan terbilang cukup ekstrem. Buku-buku tersebut dipotong dan dipindai secara digital agar seluruh data teksnya dapat diserap oleh sistem pembelajaran AI.

Setelah seluruh materi teks berhasil dimasukkan ke dalam basis data, fisik buku tersebut akan dihancurkan atau dilebur agar tidak kembali beredar di pasaran. Laporan mencatat salah satu pengiriman bahkan mencapai 50 ton buku ke Amerika Serikat.
Meski memberikan angin segar bagi pendapatan para pemilik toko karena omzet penjualan meningkat hingga lima kali lipat, fenomena ini tetap memicu kekhawatiran moral dan budaya. Banyak pihak khawatir hilangnya buku bekas di Jepang secara masif dapat mengikis kelangkaan karya literatur bersejarah dari sirkulasi publik, brott!
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
Hello! I'm the one who specializes in tech stuff. I've had a huge thirst for PC knowledge ever since I read "CHIP" magazine, published by Elex Media Computindo back in the early 2000s. Troubleshooting, how-tos, and fixing things? I learned it all on my own while continuously expanding my knowledge around current trends, including AI. (I remain neutral—no one can force me to like or dislike anything!) Beyond all the tech-savvy stuff, I love playing games for FUN, even if my gaming scope isn't as broad as my coworkers. If you ever see me write a game-related article, it just means I'm genuinely hooked on it.