Bukan Sekadar Cari Pembeli, Menaker Ungkap Kunci Sukses Wirausaha

2026/09/04

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa penguasaan kompetensi komunikasi menjadi faktor krusial bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM) maupun para pelaku wirausaha dalam mempertahankan keberlangsungan bisnisnya.

"Intinya pelaku usaha perlu membangun komunikasi secara berkelanjutan, menjaga kualitas produk, serta memastikan kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi," kata Menaker dikutip dari Antara, Jumat (4/9/2026).

Menurut Yassierli, kunci utama dalam dunia wirausaha tidak sebatas mendapatkan pembeli baru, tetapi juga merawat hubungan agar pelanggan tetap loyal menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

"Kalau pelanggan itu sudah kita pegang dengan baik, maka minimal pelanggan yang sudah ada tetap kita pertahankan, kemudian fokus menambah pelanggan yang baru. Di situlah usaha bisa tumbuh terus," ujar Yassierli.

Ia menilai kemampuan menjaga basis pelanggan menjadi makin vital saat skala bisnis mulai membesar. Untuk itu, pelaku usaha dituntut menjaga ritme komunikasi, konsistensi mutu produk, serta kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.

Contohkan Ekosistem Layanan Kesehatan

Menaker  Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026). (Kemnaker/Uda Dani)

Perbesar

Menaker Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta. (Kemnaker/Uda Dani)

Guna memberi gambaran praktis, Menaker mencontohkan ekosistem layanan kesehatan yang memantau perkembangan kondisi pasien pascaberat berobat demi memastikan instruksi medis dijalankan. Pola customer relationship managementseperti ini menurutnya sangat relevan diaplikasikan oleh para wirausahawan.

Di sisi lain, pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada tahun ini telah mengucurkan bantuan modal usaha bagi 1.000 TKM lanjutan masing-masing sebesar Rp 15 juta. Sementara itu, sebanyak 8.731 TKM pemula turut memperoleh suntikan dana senilai Rp 5 juta per penerima.

Yassierli menyampaikan bahwa nilai modal Rp 15 juta dapat dinilai relatif—bisa terasa besar atau sebaliknya tergantung perspektif. Namun, poin utamanya terletak pada tata kelola dana tersebut agar optimal memicu pertumbuhan bisnis.

"Pengalaman kami di Kementerian Ketenagakerjaan, program ini sudah enam tahun berjalan dan sudah menghasilkan sekian banyak wirausaha-wirausaha baru yang sukses," ungkapnya.

Penguatan Kapasitas Usaha

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli

Perbesar

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (Liputan6.com/Tira Santia)

Guna melengkapi bantuan finansial, peserta TKM juga dibekali berbagai materi penguatan kapasitas usaha. Pelatihan meliputi pematangan ide bisnis, desain kemasan, strategi pemasaran digital, hingga menjaga konsistensi kualitas barang.

Menaker berharap seluruh pembekalan materi tersebut dapat benar-benar dipraktikkan secara konsisten dalam operasional usaha sehari-hari.

"Tidak ada kesuksesan tanpa usaha yang serius dan ketekunan. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan sukses, tetapi kalau kita tekun, kita yakin kesuksesan itu bisa kita raih," tegas Yassierli.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6