Rabu, 29 Juli 2026, 00:20 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat diwarnai aksi demonstrasi besar di Gedung Putih, Washington DC. Massa menyuarakan beragam penolakan, salah satunya adalah penghentian pengaruh negara tersebut terhadap kebijakan di Washington.
Aksi yang berlangsung pada awal pekan ini digelar bertepatan dengan kedatangan Netanyahu ke Washington. Para demonstran datang dari berbagai elemen dan datang dengan membawa poster protes hingga Bendera dari Palestina.
Baca Juga: Kesal Indonesia Sudah Hancur, Ada yang Ingin Bikin Jokowi 'Berdarah-Darah' Gegara Polemik Ijazah
Salah satu poster bertuliskan, "Hentikan mesin perang dari Amerika/Israel," dikutip dari Anadolu, Rabu (29/7/2026).
Sementara spanduk lain yang paling mencuri perhatian berbunyi, "Ungkap kendali Israel atas Washington."
Peserta aksi juga membawa poster bertuliskan "Hak Palestina juga penting," sebagai bentuk solidaritas terhadap negara tersebut di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Di lokasi demonstrasi, sejumlah peserta aksi juga menyuarakan tuntutan agar pemerintah mengambil langkah sesuai dengan surat perintah dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Surat itu diketahui terkait dengan penangkapan dari Netanyahu.
"Pemerintah harus mematuhi surat perintah dan menangkap Netanyahu," kata salah seorang demonstran bernama Joey.
Demonstran lainnya mengatakan kehadirannya merupakan bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina.
"Hati kami tertuju pada setiap orang di Palestina. Kami mengirimkan cinta dan doa, serta melakukan segala upaya yang kami bisa di jalanan. Dan kami terus berdoa," ujarnya.
Demonstrasi di Amerika tersebut menjadi simbol penolakan sebagian masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai terus memberikan dukungan politik dan militer kepada Israel.
Baca Juga: 'Prabowo Seolah-olah Tak Bisa Ganti Orang-orang Lama Jokowi'
Kunjungan Netanyahu sendiri memiliki agenda utama bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Gedung Putih. Pertemuan itu menjadi yang kedelapan antara kedua pemimpin sejak sang presiden memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden di Washington.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar