Bukan Pramono atau Megawati, Lawan Terberat Prabowo Adalah Gibran bin Jokowi

2026/09/08

Selasa, 08 September 2026, 12:50 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat Politik Hendri Satrio melihat peta persaingan pilpres berpotensi jauh lebih kompleks dibandingkan kontestasi 2024. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto jika kembali maju, sosok yang justru paling patut diperhitungkan sebagai penantangnya bukan hanya tokoh atau ketua umum partai politik, melainkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bin Joko Widodo (Jokowi).

Hendri bahkan menempatkan politikus muda itu sebagai salah satu calon presiden terkuat di antara figur yang berpotensi muncul pada Pilpres 2029.

Baca Juga: Feri Amsari Ungkap Janggalnya Kopdes Prabowo: 16.734 Titik di Dalam Hutan, Ratusan di Dalam Lautan

“Calon-calonnya banyak. 2029 ini kayaknya enggak cuma Prabowo-Gibran. Mas Gibran sendiri ya calon presiden terkuat, menurut saya, selain Prabowo,” kata Hendri, dikutip Selasa (8/9/2026).

Pernyataan tersebut membuka kemungkinan menarik dalam peta politik lima tahunan mendatang. Pasalnya, Prabowo-Gibran yang menjadi pemenang pilpres sebelumnya bukan berarti otomatis akan kembali berduet pada 2029.

Jika Prabowo memutuskan maju untuk periode berikutnya, maka wakilnya saat ini secara politik juga memiliki peluang untuk membangun jalannya sendiri sebagai calon presiden.

Hendri mengatakan bursa pilpres nanti tidak hanya akan diisi Prabowo dan Gibran. Dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) misalnya, masih terdapat sejumlah nama seperti Ganjar Pranowo, Puan Maharani hingga Pramono Anung. Bahkan, ia membuka kemungkinan kembali majunya Megawati Soekarnoputri.

“PDI-P juga tidak pernah kekurangan kader. Ada Mas Ganjar, Mbak Puan, dan yang paling kuat kan Mas Pramono. Dan bisa jadi nanti adalah Megawati Soekarnoputri ‘The Last Dance’,” ujarnya.

Namun Gibran dinilai memiliki keunggulan tersendiri. Ia bukan lagi sekadar figur yang diproyeksikan dari luar pemerintahan, melainkan telah menduduki posisi wakil presiden sejak 2024.

Status tersebut membuat pengalaman politik dan rekam jejaknya selama pemerintahan saat ini akan menjadi modal penting apabila ia benar-benar diarahkan menuju Pilpres 2029.

Kekuatan Gibran juga tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Jokowi. Mantan presiden tersebut masih dianggap memiliki kemampuan membaca strategi dan momentum politik.

“Jokowi itu orang yang sangat cerdas di politik. Dia paham strategi politik, dia paham momentum politik. Itu kelebihan seorang Jokowi,” kata Hendri.

Karena itu, menurutnya, terlalu dini menyimpulkan bahwa pertarungan pilpres nanti hanya akan mempertemukan petahana dengan tokoh-tokoh dari partai lain. Gibran sendiri dapat menjadi salah satu pusat gravitasi politik baru.

Meski demikian, ia mengingatkan konfigurasi tersebut masih sangat cair. Komunikasi antarpartai, kepentingan politik, elektabilitas, hingga hubungan antarfigur masih dapat berubah sebelum pasangan calon benar-benar terbentuk.

Baca Juga: PR Prabowo Masih Soal Komunikasi, Pakar: Parah Sekali, Tak Seperti Zamannya Jokowi

Prabowo nantinya tidak hanya perlu memperhitungkan nama-nama seperti Pramono, Ganjar, Puan atau Megawati. Gibran bin Jokowi justru merupakan salah satu figur yang paling menarik untuk diamati dalam pertarungan politik menuju 2029.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar