Bukan Hanya Puasa Sunah, Ini Hal Istimewa yang Terjadi pada Hari Senin

2026/10/11

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:04 WIB

Jakarta, VIVA –Banyak umat Islam yang memulai hari Senin dengan tidak gembira, setelah beristirahat di hari Ahad, memulai aktivitas pekerjaan rutin Kembali di Senin memang terasa berat. Untuk mengingatkan hari Senin banyak terjadi peristiwa peristiwa terbaik dalam sejarah Islam. Berikut sejumlah kejadian penting yang terjadi pada hari Senin. 

Baca Juga

Dari Buku Inilah Kisah Sang Rasul, Sejarah Nabi Muhammad dan Buku Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 2 oleh Prof. Dr Ali Muhammad Ash-Shallabi, disebutkan Rasulullah lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal, tahun 571 Masehi di Kota Makkah. Kelahiran Rasulullah ditandai dengan beberapa peristiwa besar seperti tanah di sekitar Makkah menjadi subur dan pohon-pohon rimbun serta berbuah lebat. Api suci yang dipuja-puja oleh kaum majusi di kuil pemujaan juga tiba-tiba padam. Tak hanya lahir, Rasulullah SAW juga wafat di hari Senin, pada usia 63 tahun pada tahun ke 11 hijriah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat Rasulullah SAW wafat, kaum muslimin terguncang hebat hingga ada yang pingsan dan ada yang tidak bisa berkata-kata.

Baca Juga

Saat Umar bin Al-Khathab dikejutkan oleh berita kematian Rasulullah, ia mengancam siapapun yang menyatakan nabi wafat, ia berkata, "Beliau tidak wafat tapi berpulang menuju Rabb, seperti halnya Musa bin Imran, ia pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari setelah itu kembali lagi, sungguh Allah akan mengembalikan Rasulullah seperti kembalinya Musa. Sungguh tangan dan kaki siapa pun yang mengatakan Rasulullah wafat akan dipotong."

Mendengar hal itu, Abu Bakar datang dengan mengendarai kuda dari tempat tinggalnya di sana. Setelah itu turun dan memasuki masjid. Ia memasuki kediaman Aisyah, Abu Bakar lalu mengusap-usap wajah Rasulullah yang saat itu tengah mengenakan jubah. Abu Bakar membuka wajah Rasulullah. Setelah itu, Abu Bakar tertelungkup mencium beliau dan menangis.

Baca Juga

Setelah itu Abu Bakar berkata, "Umar, duduklah." Dan Abu Bakar berdiri menyampaikan khutbah di hadapan khalayak, dan menyampaikan sebuah ayat dari Al-Qur'an Surah Ali-Imran ayat 144:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ اَفَا۟ىِٕنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ ۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْـًٔا ۗوَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ

Arab Latin: Wa mā muḥammadun illā rasūl(un), qad khalat min qablihir-rusul(u), afa'im māta au qutilanqalabtum 'alā a'qābikum, wa may yanqalib 'alā 'aqibaihi falay yaḍurrallāha syai'ā(n), wa sayajzillāhusy-syākirīn(a).

Halaman Selanjutnya

Artinya: (Nabi) Muhammad hanyalah seorang rasul. Sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.