Bukan dipicu karhutla, pegawai Pulau Hanaut wafat karena serangan jantung
Sabtu, 29 Agustus 2026 20:45 WIB
Proses pemakaman Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Pulau Hanaut bernama Farid Fathur Rahman, Sabtu (29/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Sampit (ANTARA) - Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Farid Fathur Rahman (46), meninggal dunia karena serangan jantung.
“Yang bersangkutan meninggal dunia karena serangan jantung. Untuk kegiatan karhutla, almarhum hanya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla dan berkoordinasi dengan mitra kerja,” kata Camat Pulau Hanaut Fahrujiansyah di Sampit, Sabtu.
Hal ini ia sampaikan untuk meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial terkait wafatnya staf Kecamatan Pulau Hanaut tersebut yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Fahrujiansyah, meninggalnya Farid murni karena penyakit jantung yang dideritanya, bukan karena keterlibatan dalam aktivitas penanggulangan karhutla.
Lebih jelasnya, Farid meninggal dunia secara mendadak di rumahnya di Jalan Nyai Enat, Sampit, pada Jumat (28/8) sekitar pukul 15.30 WIB.
Berdasarkan keterangan istri almarhum, kondisi Farid pada Jumat pagi masih terlihat sehat. Farid juga masih sempat beraktivitas seperti biasa, termasuk membelikan makanan untuk anaknya yang akan mengikuti acara Maulid.
Namun, menjelang sore, yang bersangkutan mengalami serangan jantung secara tiba-tiba sehingga tidak sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Kejadian ini mendadak sehingga yang bersangkutan tidak sempat dirawat,” ujarnya.
Fahrujiansyah menceritakan, sebenarnya Farid mulai mengalami penurunan kesehatan beberapa pekan sebelumnya.
“Sebelum 17 Agustus, kami kan ada acara di kantor kecamatan. Ketika kami akan menyeberang dari Kecamatan Mentaya Hilir Selatan menuju Pulau Hanaut, yang bersangkutan tampak seperti mabuk kendaraan, suhu badannya dingin dan mengeluhkan sakit dada,” kisahnya.
Meski mengalami keluhan tersebut, yang bersangkutan tetap melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Pulau Hanaut untuk mengikuti kegiatan.
Saat perjalanan pulang, Fahrujiansyah sempat meminta yang bersangkutan segera berobat dan memeriksakan kondisi kesehatannya secara serius.
Farid kemudian hampir sepekan tidak bekerja karena kondisi kesehatannya. Ia sempat masuk kerja satu kali, namun melihat kondisinya belum sepenuhnya pulih, Fahrujiansyah meminta almarhum kembali beristirahat di rumahnya di Sampit.
“Makanya saya juga kaget mendengar kabar yang bersangkutan meninggal dunia. Saya sebelumnya sudah meminta dia untuk istirahat dan berobat,” tuturnya.
Terkait kegiatan penanganan karhutla, Fahrujiansyah menyebutkan bahwa tugas Farid sebatas melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut.
Koordinasi tersebut antara lain dilakukan dengan mitra kerja Kecamatan Pulau Hanaut, PT Rimba Makmur Utama (RMU), serta posko RSA Babaung untuk memantau informasi titik panas atau hotspot di wilayah tersebut.
“Pada saat itu memang ada satu titik hotspot di Desa Babirah,” sebutnya.
Jenazah Farid Fathur Rahman telah dimakamkan pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 08.15 WIB di lingkungan sekitar tempat tinggalnya di Sampit.
Kepergian almarhum menjadi duka tersendiri bagi jajaran pemerintahan Kecamatan Pulau Hanaut. Meski tidak turun langsung dalam operasi pemadaman karhutla, almarhum tetap berkontribusi melalui sosialisasi dan koordinasi untuk mencegah meluasnya kebakaran di wilayah kecamatan tersebut.
“Kami dari keluarga besar Kecamatan Pulau Hanaut sangat kehilangan atas kepergian beliau. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan memohon agar almarhum diampuni segala kesalahannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” demikian Fahrujiansyah.
Baca juga: Serius menangani karhutla, PT Globalindo Alam Perkasa perkuat kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat Kotim
Baca juga: Kapolda Kalteng minta permukiman siapkan langkah cepat hadapi karhutla
Baca juga: Gubernur siapkan hadiah Rp5 juta untuk pelapor pembakar lahan di Kotim
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.