Buka Peluang Tarif LRT Jakarta Naik Setelah Tembus Dukuh Atas, Pramono: Tapi Tetap Terjangkau

2026/07/14

Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang penyesuaian tarif LRT Jakarta setelah layanan diperpanjang hingga Dukuh Atas. Saat ini, LRT Jakarta baru melayani rute Pegangsaan Dua-Velodrome dengan tarif Rp5.000, sementara fase 1B yang menghubungkan Velodrome-Manggarai ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus.

Pramono mengatakan, besaran tarif LRT Jakarta akan diputuskan setelah pemerintah melakukan perhitungan. Salah satu acuan yang akan digunakan adalah skema perhitungan tarif MRT Jakarta, meski karakteristik kedua moda transportasi tersebut berbeda.

"Mengenai tarif tentunya akan dikelola secara profesional. Berapa pun tarifnya nanti akan diputuskan. Patokan yang digunakan untuk menghitung MRT itu bisa digunakan referensinya untuk LRT. Walaupun tentunya LRT pasti ininya berbeda," kata Pramono di Stasiun LRT Jakarta Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 14 Juli.

Meski membuka peluang penyesuaian tarif, Pramono menegaskan harga tiket LRT tetap harus dapat dijangkau masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan tarif baru.

"Tapi intinya bahwa tiketnya tentunya tetap harus terjangkau oleh masyarakat," ujarnya.

Selain membahas tarif, Pramono juga memberi lampu hijau pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di sekitar stasiun LRT Jakarta. Menurutnya, kapasitas depo yang berada di Kelapa Gading masih mencukupi sehingga lahan di sekitar jalur LRT dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan.

Ia menjelaskan, skema pengembangan TOD akan mengacu pada model yang diterapkan di MRT Jakarta. Kerja sama nantinya bisa dilakukan antara Pemprov DKI Jakarta dengan LRT Jakarta maupun PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

"Saya izinkan untuk dikembangkan TOD-TOD yang ada. Nanti TOD pengembangannya seperti pengalaman kita di MRT, dikerjasamakan antara Pemerintah DKI Jakarta dengan MRT. Nah nanti untuk yang di LRT ini kerja samanya adalah apakah antara Pemerintah DKI Jakarta dengan LRT Jakarta atau dengan Jakpro, itu nanti kita putuskan,” tutur Pramono.

BACA JUGA:


Pramono menargetkan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026. Pramono juga menginginkan jalur baru LRT Jakarta tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pramono menilai, jalur LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Manggarai sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun akan menjadi perubahan besar bagi sistem transportasi Jakarta, terutama untuk menghubungkan wilayah utara dengan pusat kota yang selama ini kerap dilanda kemacetan.

"Kenapa kami mengusulkan untuk diresmikan oleh Bapak Presiden? Karena ini akan menjadi milestone ataupun, apa ya, legasi yang mengubah wajah Jakarta. Karena selama ini utara ke pusat itu sering kali menghadapi handicap, kemacetan yang luar biasa," ujarnya.

Pramono juga telah memutuskan memperpanjang jalur LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar 2 kilometer. Menurutnya, proyek tersebut tidak membutuhkan pembebasan lahan sehingga proses pembangunannya dapat segera dilakukan.

Ia menjelaskan, pembangunan LRT Jakarta hingga Manggarai menelan anggaran sekitar Rp11,5 triliun. Sementara perpanjangan menuju Dukuh Atas diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp2,1 triliun.

"Dan saya tadi juga sudah minta kepada Ibu Asisten Keuangan untuk pembangunan dari Manggarai ke Dukuh Atas selesai di tahun 2028 dengan anggaran Rp2,1 triliun, dan sudah dianggarkan di anggaran yang sekarang kurang lebih Rp611 miliar," tutur Pramono.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+