BPS: Beras penting dijaga pastikan stabilitas inflasi Bengkulu 2026 - ANTARA News Bengkulu

2026/10/01

Bengkulu (ANTARA) - Badan Pusat Statistik menyebutkan beras menjadi salah satu komoditas penting yang perlu dijaga untuk memastikan stabilitas inflasi Provinsi Bengkulu hingga akhir 2026.

"Yang harus dijaga benar-benar itu adalah komoditas yang mempunyai bobot terbesar terkait dengan inflasi kita. Kalau kita lihat komoditas tadi, yang terbesar bobotnya adalah beras," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Bengkulu Sahranudin di Bengkulu, Kamis.

Menurut dia, komoditas dengan bobot besar dalam kelompok pengeluaran masyarakat perlu menjadi perhatian karena perubahan harga pada komoditas tersebut dapat langsung mempengaruhi perkembangan inflasi.

Dia mengatakan perhatian terhadap komoditas tersebut juga berkaitan dengan ketersediaan dan kelancaran distribusi agar rantai pasok di Provinsi Bengkulu tetap berjalan.

Selain beras, Sahranudin mengatakan sejumlah kebutuhan pokok lainnya seperti telur dan minyak goreng juga memiliki bobot besar dalam penghitungan inflasi.

Sahranudin mengatakan kondisi inflasi perlu tetap diperhatikan hingga tiga bulan terakhir 2026 karena perkembangan harga pada periode tersebut masih dapat mempengaruhi angka inflasi secara keseluruhan.

Selain komoditas pangan, kondisi cuaca yang memasuki periode penghujan juga perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap komoditas hortikultura.

Berdasarkan data BPS, inflasi Provinsi Bengkulu pada September 2026 secara tahunan tercatat sebesar 3,38 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 111,85 poin.

Inflasi bulanan Provinsi Bengkulu pada September 2026 tercatat sebesar 0,38 persen (mtm), sedangkan inflasi kumulatif tahun berjalan pada 2,71 persen (ytd).

Sahranudin mengatakan BPS memiliki peran dalam memotret perkembangan inflasi, sedangkan proyeksi dan langkah pengendalian dilakukan oleh pihak terkait seperti Tim Pengendalian Inflasi Daerah, pemerintah daerah dan Bank Indonesia.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.