BPOLBF: Rangkaian event wisata religi Flores 2026 dimulai

2026/07/13

Kupang (ANTARA) - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyatakan rangkaian kegiatan wisata religi unggulan di Pulau Flores resmi dimulai melalui peluncuran Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari 2026 yang digelar di Natas Labar, Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin mengatakan peluncuran tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian Festival Golo Curu yang akan mencapai puncaknya pada 2-7 Oktober 2026.

"Festival Golo Curu menunjukkan bahwa pariwisata dapat tumbuh dari nilai-nilai iman, budaya, dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, kolaborasi yang dibangun melalui festival ini menjadi contoh bagaimana sektor pariwisata mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, mulai dari pelestarian budaya dan lingkungan, penguatan identitas daerah, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan ekonomi kreatif.

Ia mengatakan Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari merupakan salah satu dari tiga agenda di Nusa Tenggara Timur yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun berbagai kegiatan pariwisata terbaik di Indonesia.

Selain Festival Golo Curu di Kabupaten Manggarai, dua agenda lain yang masuk KEN 2026 yakni Festival Lamaholot di Kabupaten Lembata serta Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara di Kabupaten Manggarai Barat yang berhasil masuk jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara 2026.

Andhy berharap agar penyelenggaraan Festival Golo Curu semakin memperkuat citra Flores sebagai destinasi wisata religi nasional yang menawarkan pengalaman spiritual, kekayaan budaya, dan keindahan alam dalam satu rangkaian perjalanan wisata.

Ketua Umum Panitia Festival Golo Curu 2026 Theodosius Yosefus Nono mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari komitmen Keuskupan Ruteng untuk menghadirkan pelayanan pastoral yang menyentuh kehidupan masyarakat melalui pendekatan religius, budaya, dan lingkungan.

"Festival ini merupakan wujud komitmen Keuskupan Ruteng untuk mengembangkan pastoral yang integral dan kontekstual dengan menampilkan kekayaan religius, budaya, dan ekologis yang dimiliki Golo Curu sebagai anugerah Tuhan bagi masyarakat Manggarai," ujarnya.

Ia menjelaskan sebelum puncak festival digelar pada Oktober, akan dilaksanakan ziarah Patung Maria Ratu Rosari ke sejumlah paroki di wilayah selatan Kevikepan Ruteng mulai 16 hingga 30 September 2026 sebagai bagian dari perjalanan rohani umat.

Puncak Festival Golo Curu berlangsung pada 2-7 Oktober 2026 dengan mengusung tema "Berziarah Bersama Bunda Maria dalam Pengharapan, Merajut Iman, Membangun Persaudaraan, Menyalakan Misi, dan Merawat Kehidupan."

Selama penyelenggaraan, pengunjung akan mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan perayaan keagamaan, pertunjukan seni budaya, edukasi lingkungan, promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.