Padang (ANTARA) - Pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan tidak harus dimulai ketika seseorang memasuki dunia kerja.
Kesadaran tersebut justru perlu dipupuk sejak bangku kuliah, agar generasi muda memiliki bekal dalam menghadapi berbagai risiko ketenagakerjaan di masa depan.
Berangkat dari semangat tersebut, BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Andalas memperkuat sinergi melalui implementasi Kurikulum Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Kurjamsos), sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar jaminan sosial di lingkungan perguruan tinggi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, pada Kamis, (6/8) di Convention Hall Universitas Andalas, kampus Limau Manih.
Sebagai langkah awal implementasinya, kedua belah pihak juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Andalas, Syukri Arief.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan BPJS Ketenagakerjaan terus membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurutnya, implementasi Kurjamsos menjadi salah satu strategi untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini.
Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan siap menghadapi dunia kerja, baik sebagai pekerja di sektor formal maupun informal, ataupun sebagai wirausahawan.
"Anak-anak mahasiswa ini kan nanti calon-calon pekerja. Tentunya mereka harus juga tahu apakah bekerja formal ataupun informal, berusaha sendiri tetap akan menjadi bagian dari perlindungan pekerja. Jadi memang dari awal mereka harus sudah tahu," katanya.
Selain pengembangan kurikulum, sinergi kedua institusi juga akan diperluas melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk mendukung Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi para ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sebagai implementasi awal kolaborasi, Universitas Andalas juga telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 1.500 mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Ke depan, Saiful berharap para mahasiswa tersebut tidak hanya memperoleh perlindungan selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi agen literasi yang membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Bicara literasi, kami juga berharap nanti di kerja sama ini mahasiswa-mahasiswa yang KKN selain juga dilindungi saat mereka KKN, mereka juga kami harapkan membantu menyebarkan literasi kepada masyarakat pada saat mereka KKN. Tentunya ini bagian dari mereka untuk juga membantu membangun literasi untuk masyarakat," jelasnya.
Saiful berharap, kerja sama dengan Universitas Andalas bisa terus berkembang.
"Kami roadshow ke kampus-kampus, mulai di kampus di Jawa, sekarang kampus di Sumatera," lanjutnya.
Dengan penguatan literasi masyarakat, tantangan untuk meng-cover pekerja informal menjadi lebih mudah.
"Semua sumber daya yang ada di ekosistem ini, berusaha untuk kita gabungkan bareng-bareng, kita gotong royong untuk benar-benar menjadikan Universal Coverage Jamsostek bisa benar-benar kita wujudkan," katanya.
Sejalan dengan itu, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi menyambut baik penguatan sinergi antara Universitas Andalas dan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Andalas untuk terus mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan lingkungan, regulasi, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja.
Efa menjelaskan bahwa kolaborasi ini membekali mahasiswa sejak dini agar memahami perlindungan ketenagakerjaan, baik ketika kelak menjadi pekerja maupun pemberi kerja.
Kerja sama tersebut juga sekaligus membuka kesempatan magang di BPJS Ketenagakerjaan, agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, Afrialdi menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Universitas Andalas merupakan langkah strategis untuk memperkuat literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan generasi muda.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh perlindungan selama menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga menjadi agen literasi yang turut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini semakin memperkuat kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan di lingkungan akademik.