BPJAMSOSTEK menyalurkan santunan Rp3,5 triliun untuk Jateng dan DIY
Selasa, 18 Agustus 2026 19:20 WIB
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Cahyaning Indriasari usai peluncuran program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) di Yogyakarta, Selasa (18/8/2026). ANTARA/Hery Sidik
Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) hingga Juli 2026 telah menyalurkan santunan dengan total sebesar Rp3,5 triliun kepada penerima manfaat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng dan DIY).
"Santunan untuk wilayah Jateng dan DIY sampai Juli 2026 kita sudah menyerahkan kepada 385.000 penerima, dengan kurang lebih sebesar Rp3,5 triliun," kata Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY Cahyaning Indriasari pada peluncuran program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, santunan bagi penerima manfaat dari peserta BPJS Ketenagakerjaan itu meliputi JHT (Jaminan Hari Tua), JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) termasuk beasiswa.
Bagi penerima santunan, di antaranya ahli waris dan mahasiswa yang mendapat beasiswa BPJS Ketenagakerjaan, pada kesempatan ini memperoleh pelatihan melalui program PEKA bertajuk "Bangkit Merajuk Kemandirian, Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan".
"Pelatihan yang kami berikan ini pelatihan yang praktis. Kan kebanyakan, dari santunan-santunan yang diberikan, memang sudah banyak yang sudah punya usaha, cuma belum tahu bagaimana untuk memasarkan usahanya," katanya.
Dengan demikian, kata dia, pada kegiatan pemberdayaan tersebut pihaknya menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka memberikan edukasi terkait dengan "financial planning" (rencana keuangan), uangnya untuk apa, agar tidak cepat habis.
"Kemudian juga menggandeng marketplace dan e-commerce. Nah, sebetulnya untuk Jateng dan DIY itu dengan sekarang ini yang keempat kali, di Semarang sudah kedua kali, kemudian di Yogyakarta juga hari ini sudah yang kedua," katanya.
Dia mengatakan, sebelumnya pelatihan di Yogyakarta diberikan untuk sejumlah 25 orang ahli waris untuk dilatih tentang pemasaran produk di marketplace, dan sudah ada sembilan orang sudah bisa memasarkan melalui marketplace.
"Jadi harapan kami nanti usaha yang sudah dimiliki oleh mereka ini mereka sudah bisa memasarkan secara digital, karena kalau sewa ruko (rumah toko) dan sebagainya itu mahal ya. Jadi, mereka sudah bisa pasarkan online," katanya.
Dia mengatakan, pada pelatihan saat ini dihadiri 30 orang yang merupakan mahasiswa penerima biasiswa, dan ahli waris yang dulunya orang tua mereka ikut program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga ada perlindungannya sampai ke mereka.
"Makanya kita sampaikan program kita apa, supaya mereka kenal BPJS agar terlindungi seperti orang tuanya. Kita coba tawarkan beberapa kegiatan misalnya menjadi penggerak jaminan sosial, agen perisai supaya mereka mulai latihan bekerja dari sekarang sebelum masuk dunia kerja," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026