BPBD Yogyakarta edukasi masyarakat pentingnya sistem peringatan dini

2026/09/02

BPBD Yogyakarta edukasi masyarakat pentingnya sistem peringatan dini

Rabu, 2 September 2026 17:50 WIB

Image Print

Uji coba sirine alat peringatan dini atau early warning system (EWS) banjir di kawasan sungai Kota Yogyakarta, Rabu (2/9/2026). ANTARA/HO-Dinas Kominfosan Yk

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta melakukan uji coba sirine alat peringatan dini atau early warning system (EWS) banjir di empat sungai, sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sistem peringatan dini sebelum terjadi bencana.

"EWS ini adalah suatu alat yang sangat vital untuk peringatan dini karena dalam kebencanaan, peringatan dini itu adalah alat nomor satu dalam menyelamatkan diri," kata Kepala Pelaksana BPBD Yogyakarta Nur Hidayat di sela-sela simulasi EWS banjir di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, simulasi EWS banjir dilakukan di empat titik, yaitu kawasan Sungai Gajah Wong wilayah Gendeng dan Tegalgendu, kemudian kawasan Sungai Code di wilayah Ledok Tukangan, Kali Belik di wilayah Klitren Lor, dan di Sungai Winongo di wilayah Pingit.

Simulasi dengan membunyikan sirine EWS dengan pola bunyi satu bunyi panjang tanpa jeda, yang kemudian memberikan imbauan ke masyarakat jangan panik serta diharapkan tetap tenang dan mendengarkan pengumuman EWS banjir.

"Jadi kami melaksanakan uji coba sirine sekaligus untuk menguji peralatan EWS, apakah berbunyi atau tidak, apakah dalam keadaan siap," katanya.

Dia mengatakan, dalam simulasi juga sekaligus menyosialisasikan terkait rambu-rambu dalam sistem peringatan dini EWS, mulai dari status waspada, siaga, dan awas dengan pola bunyi sirine yang berbeda-beda.

Menurut dia, untuk status waspada dengan pola bunyi berupa serangkaian bunyi enam kali jeda, dengan tindakan yang dilakukan warga agar tenang dan tidak panik, tetap waspada akan bahaya banjir dan memantau informasi dari BPBD.

Sedangkan status siaga banjir, kata dia, pola bunyi EWS cepat dan berulang empat kali jeda dan bunyi empat kali, dengan tindakan warga agar siaga dan berhati-hati bahaya banjir, matikan listrik, siapkan tas siaga bencana, perhatikan jalur evakuasi sambil menunggu informasi selanjutnya dari BPBD.

"Untuk status awas banjir, pola bunyi sirine panjang dan terus menerus. Jadi ada status waspada, siaga, dan awas supaya masyarakat memahami. Kalau berbunyi demikian uji coba, berbunyi demikian ini awas, dan sebagainya," katanya.

Dia mengatakan, di setiap rambu EWS terdapat peringatan kesiapsiagaan masyarakat, seperti ketika awas, masyarakat sudah harus evakuasi dan menjauh dari pinggiran sungai, sementara ketika siaga mempersiapkan diri, menentukan titik kumpul, dan sebagainya.

"Saat ini total ada 36 EWS banjir yang tersebar di sungai wilayah Yogyakarta, dan di hulu sungai perbatasan dengan Kabupaten Sleman. Kami harap masyarakat merawat dan memahami penggunaan EWS banjir," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026