Bengkayang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang bersama Polres Bengkayang menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak kemarau panjang di Kompleks Residence Bukit Tinggi, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kalimantan Barat.
Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang Dwi Bertha Meilani mengatakan penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat menyusul berkurangnya ketersediaan air akibat kemarau yang berlangsung berkepanjangan.
"Untuk air masih di wilayah Kecamatan Bengkayang. Tadi di Bukit Tinggi ada sekitar 80 rumah," kata Dwi Bertha di Bengkayang, Jumat.
Ia mengatakan, warga yang membutuhkan air bersih mengantre langsung di kendaraan tangki untuk mengambil air. BPBD tidak menetapkan pembagian berdasarkan jatah tertentu, sehingga masyarakat dapat mengambil air sesuai kebutuhan.
Menurut Dwi Bertha, distribusi air bersih di wilayah tersebut bukan kali pertama dilakukan. BPBD bersama pihak terkait telah tiga kali menyalurkan air bersih di kawasan yang terdampak, yakni dua kali di Selengko dan satu kali di Bukit Tinggi.
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan di tengah kondisi kemarau yang juga memperburuk dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkayang. Selain menyebabkan kabut asap, kondisi kering berkepanjangan turut menyebabkan sejumlah sumber air warga mengalami keterbatasan.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan, kemarau panjang yang berlangsung sekitar satu bulan bersamaan dengan karhutla telah menimbulkan dampak yang perlu mendapat perhatian, termasuk persoalan ketersediaan air bersih.
"Kita ketahui bersama selama kurang lebih satu bulan ini kita menghadapi bencana karhutla. Dengan kemarau panjang, fenomena ini juga menyebabkan kita mengalami kekurangan air," katanya.
Ia mengatakan penanganan dampak karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api dan pengendalian asap, tetapi juga pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak kondisi lingkungan akibat kemarau.
"Pembagian air bersih ini juga merupakan kegiatan preventif dalam menghadapi kemarau yang berkepanjangan," ujarnya.
Kapolres berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga, terutama masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari selama kemarau masih berlangsung.
Selain persoalan air bersih, ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kondisi udara masih terdampak asap karhutla. Warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah guna mengurangi paparan asap.
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.