Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menangani pemadaman 56 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dampak musim kemarau ekstrem di daerah itu.
"Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan guna menekan potensi karhutla selama puncak musim kemarau tahun ini," kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan (P2K) BPBD Kota Pangkalpinang, Nur Ikhsan di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan, sejak Mei hingga 14 September 2026, telah terjadi 56 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kota Pangkalpinang. Bencana tersebut tersebar di Kecamatan Gerunggang, Pangkalbalam, Bukit Intan, Gabek, Taman Sari, Rangkui, dan Girimaya sebagai dampak musim kemarau panjang dan kering tahun ini.
"Kejadian karhutla terbanyak terjadi pada Agustus 2026 yang mencapai 27 kejadian, sedangkan bulan-bulan sebelumnya hanya satu hingga 10 kejadian per bulan," ujarnya.
Ia menyatakan, kejadian karhutla sejak 1 hingga 14 September tahun ini baru tercatat lima kejadian. Rinciannya meliputi Kelurahan Bacang di Kecamatan Bukit Intan dua kali kejadian, Kelurahan Selindung di Kecamatan Gabek dua kali kejadian, serta Kelurahan Bukit Besar di Kecamatan Girimaya satu kali kejadian.
"Kami terus mengintensifkan patroli serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari pembakaran lahan selama puncak musim kemarau pada September hingga Oktober tahun ini," katanya.
Ia menambahkan dalam penanganan karhutla ini, BPBD berkolaborasi dengan TNI, Polri, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dunia usaha, dan instansi terkait lainnya.
Ia mengimbau masyarakat jika melihat atau mengetahui kejadian karhutla ini untuk segera melapor atau menghubungi petugas melalui call center 0811 7161 000, agar penanganan karhutla dapat dilakukan dengan cepat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi lingkungan sekitar dan segera berkoordinasi dengan petugas apabila mengetahui adanya potensi kebakaran, demi keselamatan bersama," katanya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.