BPBD Cianjur mengajukan pembuatan sumur bor ke BNPB - ANTARA News Jawa Barat

2026/08/24

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengajukan pembuatan sumur bor di sejumlah kecamatan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna membantu masyarakat yang mengalami kekeringan saat kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Senin, mengatakan dari 14 kecamatan terdampak kekeringan mulai dari utara hingga selatan sebagian besar masih dapat diatasi dengan pendistribusian air dengan tangki.

Namun sejumlah kecamatan lainnya tidak dapat dilakukan pendistribusian air bersih degan tangki sehingga diajukan pembuatan sumur bor guna mengatasi kesulitan warga terutama saat musim kemarau.

"Keterbatasan anggaran membuat kami mengajukan bantuan pembuatan sumur bor di sejumlah kecamatan ke BNPB melalui Disperkimtan Kabupaten Cianjur, jumlahnya lebih dari 10 titik," katanya.

Dia berharap, pengajuan tersebut dapat dikabulkan karena sebagian besar titik yang diajukan tidak memiliki sumber air lain ketikan kemarau sehingga masyarakat terpaksa mencari air hingga 4 kilometer ke perbukitan.

Pengajuan sumur bor termasuk di 14 kecamatan yang setiap tahun terdampak kemarau seperti Kecamatan Cikalongkulon, Cibeber, Karantengah, Mande, Haurwangi, Cilaku, Naringgul, Leles, Kadupandak, Cibeber, Cibinong, Campaka, Agrabinta, dan Sindangbarang.

Dimana masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan menyiram tanaman di kebun, sehingga setiap hari untuk kebutuhan rumah tangga dipasok dari tangki air bersih yang mendistribusikan lebih dari 10 ribu liter per hari.

"Sumber mata air warga mengering, terlebih kemarau panjang tahun ini, sumur dangkal dan sungai tidak lagi berisi air, sehingga solusi yang diharapkan warga sumur bor yang sudah kami ajukan ke pusat melalui BNPB," katanya.

Seiring kemarau panjang yang masih melanda, pihaknya melakukan koordinasi dengan PMI Cianjur, Perumdam Cianjur, dan Polres Cianjur, guna membagi jadwal pendistribusian agar seluruh permintaan masyarakat dapat terpenuhi.

"Satu hari pendistribusian total air yang disalurkan dari petugas gabungan mencapai 65 ribu liter tersebar di sembilan sampai 14 kecamatan terdampak sesuai permintaan," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.