BPBD Bantul pastikan stok air bersih aman hingga Desember
Kamis, 3 September 2026 18:18 WIB
Arsip - Personel BPBD Bantul saat melakukan distribusi air bersih di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (27/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Bantul
Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan distribusi ke daerah kekeringan relatif aman hingga Desember.
Kepala Bidang Kegawatdaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol, di Bantul, Kamis, mengatakan tahun ini pihaknya memiliki anggaran untuk menyediakan stok air bersih sebanyak 400 tangki.
"Ini baru didistribusikan sebanyak 49 tangki selama musim kemarau tahun ini," katanya.
Menurut dia, BPBD Bantul masih memiliki stok air bersih sebanyak 351 tangki yang diprediksi dapat mencukupi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan selama Desember.
"Masih aman karena banyak bantuan dari teman-teman PMI, Tagana, kemudian dari CSR juga yang langsung didistibusikan ke lokasi terdampak," ujarnya.
Ia menilai ketersediaan air bersih BPBD Bantul masih aman hingga Desember jika berlandaskan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau berlangsung hingga Oktober.
"Artinya sampai Desember itu kemungkinan untuk stok air bersih dari BPBD Bantul masih dalam taraf aman," katanya.
Oleh karena itu, BPBD Bantul hingga saat ini belum mengajukan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) terkait ketersediaan air bersih karena kondisinya masih relatif aman.
Berdasarkan catatan BPBD Bantul, distribusi air bersih dimulai sejak 20 Juni 2026 dengan total sekitar 1.644.000 liter air bersih menggunakan 318 tangki yang melibatkan berbagai instansi.
"Dari BPBD 42 tangki, PMI 49 tangki, Tagana 13 tangki, BBWSO tiga tangki dan donasi sebanyak 211 tangki," ujarnya.
Menurut dia, terdapat sekitar tujuh kapanewon dengan total lebih dari 6.212 jiwa sebagai penerima manfaat air bersih.
BPBD Bantul juga menyatakan status siaga darurat kekeringan masih berlaku mulai 25 Juni hingga 25 September tahun ini.
"Nanti kalau habis, kalau memang situasinya masih, kita akan perpanjang lagi dengan status siaga darurat," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026