Jakarta (ANTARA) - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Danantara menyiapkan Rp581 miliar untuk transformasi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) sebagai proyek percontohan peningkatan kualitas layanan kesehatan di bawah pengelolaan Indonesia Healthcare Corporation (IHC).
“Ini jadi Indonesia Hospital. Jadi, jangan tanggung-tanggung. Maunya memang ini flagship-nya kita, kayak orang kalau ke Indonesia itu rumah sakit terbaik. Itu harusnya rumah sakit kita,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dalam keterangannya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.
Transformasi RSPP akan menjadi tahap awal sebelum dilanjutkan ke 38 rumah sakit lainnya yang dikelola IHC. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan Dony Oskaria saat bertemu jajaran direksi IHC di Wisma Danantara.
Kepala BP BUMN menekankan bahwa transformasi RSPP harus dilakukan secara menyeluruh untuk mewujudkan arahan Presiden RI agar rumah sakit tersebut menjadi Indonesia Hospital dan kebanggaan nasional.
Baca juga: BP BUMN tegaskan pelayanan publik jadi parameter utama direksi BUMN
Transformasi RSPP mencakup peningkatan kualitas pelayanan medis, fasilitas, tenaga profesional, serta pengalaman pasien.
Untuk memperkuat kapasitas layanan, IHC merencanakan penambahan 40 dokter spesialis dalam dua tahun ke depan dan 70 dokter spesialis baru pada 2030.
Pembaruan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan rumah sakit.
“Kita perlu memulai rekrut dokter baru dan juga perawat baru dan pekerja baru. Kami memerlukan darah baru, darah muda, untuk transformasi budaya,” ujar Dony.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.