BNPT sebut ormas agama mitra pemerintah perkuat ketahanan radikalisme - ANTARA News Jambi

2026/08/04

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan organisasi kemasyarakatan keagamaan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial dan membangun kesadaran masyarakat sejak dini terhadap radikalisme.

Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan penanggulangan terorisme tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.

"Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat," kata Eddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Eddy menjelaskan strategi pencegahan terorisme yang dijalankan BNPT bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi.

Menurutnya, semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin kuat pula daya tahan masyarakat dalam menghadapi penyebaran ideologi kekerasan dan propaganda ekstremisme.

Ia mengatakan tugas BNPT merumuskan, mengoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan program strategi penanggulangan terorisme, sehingga diharapkan ormas agama, salah satunya seperti Mathla’ul Anwar, diharapkan bisa berkolaborasi dalam melakukan edukasi serta literasi pada masyarakat.

Maka dari itu, BNPT telah memperkuat kolaborasi dengan organisasi Islam Mathla'ul Anwar dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham radikal terorisme, dalam pertemuan di Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/7).

Sinergi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi, literasi, dan penguatan nilai kebangsaan hingga ke tingkat akar rumput.

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar Kiai Haji Jazuli Juwaini pun menyambut baik sinergi tersebut.

Ia menegaskan menjaga Indonesia dari ancaman terorisme merupakan tanggung jawab bersama.

"Kami sangat berharap bahwa persoalan-persoalan bangsa termasuk di dalamnya terorisme yang tentu yang tidak bisa diselesaikan oleh sekelompok institusi dapat kita kolaborasikan. Kami sebagai organisasi Islam juga punya tanggung jawab kebangsaan," kata Jazuli.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, Mathla'ul Anwar juga menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi Program Desa Siapsiaga BNPT, khususnya di Provinsi Banten yang memiliki nilai historis sebagai daerah kelahiran organisasi tersebut.

Kolaborasi BNPT dan Mathla'ul Anwar diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, memperkuat literasi terhadap bahaya radikalisme, serta membangun daya tangkal publik agar tidak mudah terpengaruh narasi ekstremisme berbasis kekerasan.

Sinergi tersebut sekaligus menegaskan bahwa menjaga Indonesia tetap aman dan damai merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.