Blitar (ANTARA) - Kabupaten Blitar, Jawa Timur memproduksi 200 kilogram sambel pecel, sambel khas kabupaten ini untuk dikirim sebagai bantuan kepada warga yang menjadi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar Mikhael Hankam Indoro, Senin, mengatakan pembuatan sambal pecel tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat sekaligus upaya memperkenalkan produk khas Blitar dalam bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana.
"Kami ingin memberikan dukungan kepada penyintas gempa NTT tidak hanya dalam bentuk bantuan kebutuhan, tetapi juga membawa ciri khas Blitar melalui sambal pecel hasil gotong royong bersama," ujar Hankam di Blitar.
Pembuatan sambal pecel tersebut berlangsung selama dua hari, Minggu hingga Senin (23–24/8), di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Blitar.
Kegiatan ini melibatkan Taruna Siaga Bencana (TAGANA), pelopor perdamaian (Pordam), Program Keluarga Harapan (PKH), Baznas Kabupaten Blitar, Laskar Peduli Kasih, dan Dinas Sosial Kabupaten Blitar.
Ia menjelaskan proses pembuatan diawali dengan persiapan personel, peralatan, dan bahan baku, kemudian dilanjutkan dengan proses produksi hingga pengemasan sambal pecel.
Setelah selesai dikemas, bantuan berupa 200 kilogram sambal pecel tersebut dikirim ke Posko Penerimaan Bantuan Pemerintah Kabupaten Blitar di Kantor Bupati Blitar di Kecamatan Kanigoro.
Hankam mengatakan keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menjadi wujud semangat gotong royong masyarakat Kabupaten Blitar untuk membantu warga yang terdampak bencana.
Bantuan sambal pecel khas Blitar itu diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan bagi penyintas gempa NTT sekaligus membawa pesan kepedulian masyarakat Blitar kepada sesama warga Indonesia yang terdampak bencana.
"Harapan kami ini bisa membantu dan bagian dari dukungan kemanusiaan untuk penyintas gempa di NTT," kata Hankam.
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.