Tanjung (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi dua Tempat Penitipan Anak (TPA) binaan PT Adaro Indonesia yang telah mengimplementasikan program
Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Lisna Prihantini mengatakan, Adaro membuktikan komitmennya dalam menghadirkan layanan pengasuhan yang inklusif, penuh kasih sayang, dan tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun kondisi psikologis anak.
"Komitmen Adaro dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan dan institusi lain untuk menghadirkan lingkungan kerja lebih ramah keluarga melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," jelas Lisa, Senin.
Masing-masing TPA Sekolah Alam Sarabakawa dan Yayasan Taman Mutiara Indonesia dengan menerapkan standar layanan pengasuhan sesuai program TAMASYA yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Lisa menambahkan, kunjungan ini upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan lingkungan kerja yang ramah keluarga, sekaligus memastikan tersedianya layanan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Baca juga: Adaro Logistics Group--YABN perkuat kapasitas guru PAUD
Melalui program TAMASYA, BKKBN mendorong tersedianya layanan pengasuhan yang memberikan rasa aman bagi orang tua saat bekerja, sekaligus memastikan anak memperoleh pengasuhan, perlindungan, dan stimulasi sesuai tahapan tumbuh kembangnya.
CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Aan Nurhadi, mengatakan program TAMASYA merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap keluarga, khususnya para orang tua agar bekerja dengan tenang tidak perlu khawatir dengan balitanya karena dititipkan pada TPA yang terjamin sesuai standar TAMASYA.
Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.