Bisnis Tol Cibitung dan EV Dongkrak Laba Usaha BNBR 283,21% di Semester I 2026 - Bursa Katadata.co.id

2026/08/29

Emiten Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), baru saja mengumumkan kinerja keuangannya sepanjang semester pertama 2026. Emiten infrastruktur itu meraup pendapatan sebesar Rp 2,59 triliun pada semester I 2026. Torehan itu naik 45,83% dari periode sama tahun lalu atau year on year (YoY) sebesar Rp 1,77 triliun. 

Secara terperinci, pertumbuhan terjadi di seluruh segmen pendapatan BNBR. Segmen infrastruktur dan manufaktur melonjak 38,35% YoY menjadi Rp 2,23 triliun. Pendapatan dari jasa pabrikasi dan konstruksi juga meningkat 34,74% YoY menjadi Rp 216,98 miliar. Sementara itu, pendapatan dari perdagangan, jasa, dan investasi melesat 4.536% YoY menjadi Rp 142,97 miliar pada semester I 2026.

Namun, kenaikan pendapatan belum mampu mengangkat kinerja BNBR. Beban pokok pendapatan meningkat 40,02% YoY menjadi Rp 1,94 triliun pada periode tersebut. Alhasil, BNBR mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 224,81 miliar, berbalik dari laba bersih Rp 55,87 miliar pada semester I 2025.

Direktur BNBR Roy Hendrajanto M Sakti mengatakan, penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh dampak eksternal berupa kenaikan floating rate terhadap beban bunga PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). “Khususnya pada tahun-tahun awal setelah akuisisi ketika komponen beban bunga masih relatif tinggi,” kata Roy dalam keterangannya, Jumat (28/8).

Adapun BNBR sebelumnya mengakuisisi 90% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), operator jalan tol Cimanggis–Cibitung. Akuisisi ini dilakukan melalui anak usahanya, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), sebagai bagian dari rangkaian transaksi senilai total Rp 9,4 triliun.

Kendati demikian, ia mengatakan prospek BNBR ke depan tetap ditopang oleh kondisi keuangan yang semakin kuat hingga portofolio infrastruktur strategis. Portofolio tersebut mencakup jalan tol hingga jaringan pipanisasi yang digunakan sebagai sarana transportasi minyak dan gas. Perseroan juga terus memperluas bisnis ke sektor industri, terutama elektrifikasi transportasi dan energi berkelanjutan.

Adapun BNBR membukukan laba usaha sebesar Rp 301,53 miliar pada semester I 2026, melonjak 283,21% YoY dibandingkan Rp 78,68 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. BNBR juga mencatatkan EBITDA positif sebesar Rp 423,04 miliar, melesat 230,93% dibandingkan Rp 127,83 miliar pada semester I 2025.

Wakil Direktur Utama sekaligus Co-CEO BNBR, A Ardiansyah Bakrie mengatakan, pertumbuhan kinerja perseroan ditopang dari kenaikan pendapatan sejumlah anak usaha.

PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) membukukan pendapatan bersih Rp 626,78 miliar pada semester I 2026, melonjak 256,1% dibandingkan Rp 176,02 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan itu berasal dari konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) pada 2026.

Kemudian, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group mencatatkan pendapatan bersih Rp 646,61 miliar, naik 56,2% dari Rp 414,03 miliar pada semester I 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan penjualan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan kenaikan penjualan PT Bakrie Autoparts (BA) Group.

Sementara itu, PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group membukukan pendapatan bersih Rp 1,3 triliun, tumbuh 10,2% dari Rp 1,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan itu ditopang pertumbuhan pendapatan induk BMI sebesar 37,5%, PT Bakrie Construction (BCons) sebesar 33,6%, dan PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) sebesar 15,1%.

Di sisi lain, perusahaan juga telah menerbitkan saham baru melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada akhir Juli 2026. Dana yang berhasil dihimpun dari rights issue senilai Rp 4,76 triliun.