Jakarta -
Bilibili, platform berbagi video pesaing YouTube asal China, akan melebarkan sayapnya ke pasar internasional. Mereka baru saja meluncurkan ulang aplikasi Bilibili versi internasional di Google Play Store, dan sedang mengincar YouTuber untuk mengunggah konten di platform-nya.
Kehadiran Bilibili di kancah global pertama kali dilaporkan oleh Semafor. Bilibili secara teknis sudah bisa diakses di luar China, tapi kali ini mereka ingin mendorong audiens dari negara Barat untuk mengunggah dan menonton video di platform tersebut.
Aplikasi resmi Bilibili versi internasional bisa dikenali lewat logo berwarna merah muda dengan ikon bola dunia di sudut kiri atas. Menurut pantauan detikINET, aplikasi ini belum muncul jika dicari lewat Google Play Store di Indonesia, tapi sudah dapat diunduh lewat link berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu perubahan besar yang dibawa aplikasi baru Bilibili adalah dihilangkannya proses verifikasi identitas. Bilibili sebelumnya mewajibkan pengguna untuk mendaftar akun baru dengan memberikan paspor atau dokumen identitas lainnya, bahkan jika mereka mengunggah dari luar negeri ke website di China.
Proses itu kini tidak diwajibkan, dan ke depannya Bilibili akan menggabungkan konten global dan konten China di aplikasinya. Aplikasi Bilibili versi internasional juga akan tersedia di iOS.
Menurut laporan Semafor, Bilibili saat ini sedang mengembangkan website berbahasa Inggris untuk memudahkan kreator mengunggah video. Dalam dokumen presentasi yang dibagikan kepada kreator, Bilibili mempromosikan platform-nya sebagai gerbang langsung menuju audiens Gen Z yang muda dan berpendidikan.
Materi itu juga mengungkap kehadiran pasar kreator internasional yang sedang dikembangkan Bilibili untuk membantu kreator mendapatkan endorsement. Kreator Barat ternama, termasuk MrBeast, sudah membagikan kontennya di Bilibili.
Bilibili juga membuka lowongan kerja di Los Angeles, London, Meksiko, Sao Paulo, Istanbul, dan Tokyo. Selain itu, Bilibili juga mendirikan sistem moderasi konten di Singapura, seperti dikutip dari Engadget, Sabtu (22/8/2026).
Jika Bilibili berhasil mengajak kreator yang sudah ada untuk bergabung ke platform-nya, hal itu dapat memberikan tekanan lebih besar kepada YouTube. Platform berbagi video milik Google itu masih populer, tapi menghadapi persaingan yang lebih ketat dari Netflix yang fokus pada podcast video dan konten yang berfokus pada kreator.
(vmp/vmp)
TAGSLIHAT LAINNYA