Medan (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara menyatakan Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan telah menerapkan Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (Qresto) sebagai upaya mengoptimalkan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD).
"Penerapan Qresto di daerah sebagai upaya peningkatan PAD dan dikelola lebih optimal," ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Ameriza M Moesa di Medan, Minggu.
Ameriza mengatakan secara riset, daerah yang menerapkan digitalisasi minimal PAD bisa naik sekitar 20 persen, karena lebih transparan, efisien dan memudahkan masyarakat bayar pajak.
Lebih lanjut, ia mengatakan dengan adanya pembayaran melalui Qresto tersebut, begitu masyarakat belanja langsung split kena pajak maupun pendapatan pokok di usaha tersebut.
"Semoga juga dengan mengoptimalkan PAD dengan menerapkan Qresto, bisa menambahkan fiskal di setiap daerah," ucap dia.
Qresto merupakan bentuk efisiensi teknologi digital yang diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah keunggulan Qresto, di antaranya proses transaksi yang cepat dan akurat karena penghitungan dilakukan secara sistem, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan pajak.
Selain itu, sistem tersebut memberikan kemudahan karena pembayaran dapat dilakukan melalui satu kali transaksi.
"Ke depan kami juga melakukan digitalisasi di pasar maupun parkir. Semoga itu bisa meningkatkan PAD di daerah," ujarnya.
BI Sumut menyatakan, Qresto saat ini masih dalam tahap pengembangan, terutama terkait model bisnis, serta berkolaborasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), perbankan syariah, dan Bank Central Asia (BCA) agar sistem tersebut dapat berkembang lebih luas.
"Jadi ke depan, Qresto bisa transaksi antarbank dan pembayarannya bukan hanya memakai QRIS, tetapi juga menggunakan metode pembayaran lainnya, seperti kartu debit dan mobile banking. Langsung bisa di-split untuk memperluas pembayaran di Sumut," ujarnya.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.