"Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus mendukung kesejahteraan warga,"
Mataram (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat mendukung upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok lewat program gerakan pangan murah yang digelar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB.
Kegiatan gerakan pangan murah sebagai bagian dari gerakan pengendalian inflasi dan pangan strategis (GPIPS) wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) sudah mulai digelar dan diawali di Kota Mataram, pada 27 Juli 2026.
Bank Indonesia dan pemerintah daerah mengusung tema "Sinergi Peningkatan Produktivitas dan Distribusi untuk Stabilitas Pangan di Tengah Tantangan Iklim dan Dinamika Pariwisata".
Melalui tema tersebut, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat produksi pangan, memperlancar distribusi, dan menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat di NTB.
Pelaksanaan GPIPS diawali dengan seremoni nasional dan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) bersama TPID se-Balinusra. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh anggota TPID dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan penguatan koordinasi antarlembaga menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi dengan tingkat inflasi yang rendah dan terkendali.
Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudy Badrudin Hutabarat, menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.
"Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus mendukung kesejahteraan warga," katanya.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, juga menilai keberhasilan pengendalian inflasi akan memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional.
"Stabilitas harga dinilai mampu mendorong konsumsi masyarakat, meningkatkan aktivitas produksi, membuka lapangan kerja, hingga mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bank Indonesia dan TPID NTB turut menyerahkan bantuan sarana serta prasarana pertanian kepada Kelompok Tani Lendang Luar.
Selain itu, dilaksanakan penandatanganan kerja sama antardaerah antara Kelompok Tani Beriuk Geger di Kabupaten Lombok Utara dengan Bale Bawang Kota Mataram untuk memperkuat rantai pasok komoditas pangan.
Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB juga memperkuat kerja sama dengan Universitas Mataram dalam pengembangan komoditas bawang putih di Kabupaten Lombok Timur. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat pasokan pangan strategis di daerah.
Pada kegiatan gerakan pangan murah, masyarakat dapat membeli sedikitnya 16 komoditas pangan strategis dengan harga lebih terjangkau dibandingkan dengan harga pasar.
Komoditas yang dijual meliputi beras SPHP, Minyakita, gula pasir, telur ayam, serta berbagai produk hortikultura hasil petani lokal.
Pelaksanaan GPM melibatkan berbagai pihak, antara lain Perum Bulog, Bale Bawang, PPI, Rajawali Nusindo, Rose Brand, UD Sinta, dan pelaku UMKM sektor pangan.
Seluruh distribusi komoditas menerapkan prinsip 3T, yakni tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal. Program serupa juga digelar secara serentak di Provinsi Bali, NTB dan NTT.
Masyarakat menyambut positif pelaksanaan gerakan pangan murah tersebut. Distributor Bale Bawang menilai kegiatan itu membantu memperluas pemasaran produk pangan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Salah seorang warga, Nida, mengaku memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama saat harga beberapa komoditas masih berfluktuasi.
Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh anggota TPID akan terus memperkuat implementasi GPIPS sebagai strategi pengendalian inflasi daerah.
Pewarta : Awaludin
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026