Bersama Danantara, BTN Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran Desa Adat Sade

2026/08/25

Kebakaran tersebut berdampak terhadap 167 aset bangunan, di antaranya 75 rumah adat, 69 artshop, delapan lumbung alang, sejumlah berugak, serta fasilitas umum dan bangunan adat. Kebakaran juga berdampak terhadap berbagai peralatan seni, pusaka, dan warisan budaya masyarakat Desa Adat Sade.

Baca Juga: BTN Siapkan KPR hingga 40 Tahun untuk Hunian TOD Manggarai, Bunga Flat 6 Persen Sampai Lunas

Didukung Danantara Indonesia, penanganan dampak kebakaran dilakukan melalui semangat gotong royong dan kolaborasi antar-BUMN, dengan bantuan yang dikoordinasikan melalui posko penanganan bencana.

Corporate Secretary BTN, Ramon Armando mengatakan, kolaborasi tersebut mencerminkan kekuatan ekosistem BUMN untuk hadir bersama dan merespons kebutuhan masyarakat secara cepat ketika terjadi bencana.

BTN turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat Desa Adat Sade. Dalam kondisi seperti ini, kolaborasi menjadi penting agar bantuan dapat segera hadir dan menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.

"Bersama Danantara dan BUMN lainnya, kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mendukung proses pemulihan pascakebakaran," ujar Ramon.

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, BTN menyalurkan berbagai kebutuhan dasar masyarakat, antara lain perlengkapan tidur, air minum, bahan pangan, serta perlengkapan ibadah dan kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, BUMN lainnya memberikan dukungan sesuai kebutuhan penanganan bencana, mulai dari sembako, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan bagi perempuan dan bayi.

Bantuan BTN diserahkan Branch Manager BTN Kantor Cabang Mataram Hendra Jaya Putra bersama Operation Manager Maman Sagita kepada Kepala Desa Rembitan Lalu Minaksa di Posko KMDP Rembitan, Lombok Tengah, Senin (24/8).

Menurut Ramon, pemulihan Desa Adat Sade memiliki arti penting karena kebakaran tidak hanya berdampak terhadap tempat tinggal, tetapi juga aktivitas ekonomi serta aset sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Desa Adat Sade merupakan bagian dari kehidupan sekaligus warisan budaya masyarakat Sasak. Kami berharap melalui semangat gotong royong ini masyarakat dapat segera bangkit, aktivitas sosial dan ekonomi kembali berjalan, serta kawasan Desa Adat Sade dapat berangsur pulih,” kata Ramon.

Melalui program TJSL, BTN akan terus memperkuat sinergi bersama Danantara Indonesia dan ekosistem BUMN untuk menghadirkan manfaat sosial dan lingkungan yang nyata, sekaligus mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat.