Beredar Pamflet Atasnamakan Lirboyo Serukan Duduki Gedung Wapres, Ini Bantahan Jubir |Republika Online

2026/10/11

Sejumlah santri membatik pada selembar kain saat Festival Santri Nusantara di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (8/10/2026). Membatik secara massal tersebut berhasil memecahkan rekor Museum Rekok Dunia Indonesia (MURI) 10.000 santri membatik sekaligus sebagai sarana merawat warisan budaya bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI — Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, meminta santri, alumni, wali santri, dan masyarakat agar tidak terprovokasi pamflet atau meme yang mencatut nama dan lambang pesantren untuk kepentingan pihak tertentu.

Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kiai Abdul Muid, Ahad(11/10/2026), mengatakan pihak pesantren tidak pernah mengeluarkan seruan, pamflet, maupun maklumat seperti yang beredar dalam meme tersebut.

"Pondok Pesantren Lirboyo sama sekali tidak pernah mengeluarkan seruan, pamflet, atau maklumat seperti yang digambarkan dalam meme palsu tersebut," katanya di Kediri.

Ia mengatakan, nama baik Pesantren Lirboyo Kediri tidak boleh dimanfaatkan oleh siapa pun untuk kepentingannya sendiri.

Pihaknya menyayangkan beredarnya pamflet/meme hoaks yang mencatut nama, lambang, serta kehormatan Pondok Pesantren Lirboyo untuk agenda provokasi, politik, atau kepentingan pihak tertentu tanpa izin. Isi dari pamflet tersebut ancaman menduduki gedung DPR/MPR, Istana Negara, gedung Wakil Presiden.

"Nama baik dan kehormatan pesantren tidak boleh dimanfaatkan oleh siapa pun untuk agenda terselubung yang merugikan masyarakat dan menodai maruah lembaga," kata dia.

Menurut dia, pesantren menyatakan konten itu tidak mewakili sikap resmi lembaga dan meminta masyarakat melakukan tabayun atau verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi yang mengatasnamakan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Pihak pesantren juga menilai pencatutan nama, lambang, dan kehormatan lembaga tanpa izin untuk kepentingan provokasi maupun agenda tertentu dapat merugikan masyarakat serta mencederai nama baik pesantren.

sumber : Antara