Bendungan Lempake Samarinda masih penuhi air baku meski dekati kekeringan - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/09/05

Samarinda (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda memastikan volume tampungan air di Bendungan Lempake, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, masih bisa memenuhi pasokan air baku bagi kebutuhan dasar masyarakat meski statusnya mendekati fase siaga kekeringan.

Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Wilayah II BWS Kalimantan IV Samarinda Hayu Wardana di Samarinda, Sabtu, mengatakan berdasarkan data pemantauan hidrologi per 5 September 2026, kondisi tinggi muka air (TMA) terpantau pada elevasi 6,85 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Volume tampungan saat ini tercatat mencapai 0,53 juta meter kubik," ujarnya.

Ia menjelaskan total pengeluaran air diatur secara terukur dan presisi 0,40 meter kubik per detik.

Seluruh pengeluaran air tersebut saat ini difokuskan untuk dua sektor utama, yakni pemenuhan kebutuhan air baku PDAM 0,160 meter kubik per detik dan pengaliran irigasi pertanian 0,238 meter kubik per detik.

Ia mengatakan tidak ada limpasan air terbuang sia-sia melalui mercu pelimpah (spillway 0,0 meter kubik per detik) maupun aliran pemeliharaan, yang menandakan sistem tampungan air masih batas operasional terkendali.

Dalam menghadapi potensi penyusutan debit akibat anomali cuaca dan musim kemarau panjang, pihak pengelola bendungan menerapkan manajemen pengaturan air yang memprioritaskan hajat hidup orang banyak secara proporsional.

"Untuk irigasi pertanian masih ada debit yang keluar, namun semakin mendekati elevasi 6,5 mdpl, akan semakin berkurang. Kami memang mengutamakan pengambilan air PDAM, karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat," katanya.

Sebagai bentuk perlindungan dan pemberdayaan terhadap para petani yang terdampak penyesuaian layanan debit irigasi tersebut, pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi yang solutif.

"Kami juga menyiapkan bantuan peminjaman pompa bagi petani untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di sawahnya," ujar Hayu.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.