BEM UNIVSM bagikan masker peduli kualitas udara Balangan - ANTARA News Kalimantan Selatan

2026/09/09

Paringin, Kalsel (ANTARA) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) Balangan membagikan masker kepada masyarakat di Bundaran Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap.

Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) BEM UNIVSM Sasya Nabila mengatakan, pembagian masker dilakukan sebagai langkah sederhana yang dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama mereka yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.

"Kami melihat kondisi udara di Kabupaten Balangan saat ini cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang kami terima, partikulat sempat mencapai 880,7 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya," ucap Sasya di Paringin dilaporkan Rabu.

Baca juga: UNIVSM Balangan jadi tuan rumah Kongres Aliansi BEM se-Kalsel

Ia mengatakan masker memang bukan solusi untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi setidaknya dapat menjadi perlindungan sementara bagi masyarakat dari paparan kabut asap.

Sasya Nabila menilai pembagian masker dipilih karena menjadi salah satu kebutuhan paling sederhana dan cepat dilakukan ketika kualitas udara sedang buruk.

"Ketika kondisi udara sedang buruk, masyarakat tetap beraktivitas dan mobilitas tidak bisa sepenuhnya dihentikan. Jadi kami berupaya hadir memberikan perlindungan yang bisa langsung digunakan," katanya.

Wapresma BEM UNIVSM berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kualitas udara dan tidak menganggap kabut asap sebagai kondisi yang biasa terjadi.

Dia juga mendorong pemerintah agar lebih serius dalam menangani karhutla karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi udara saat ini, tetapi juga kesehatan masyarakat dan kualitas hidup.

Masyarakat diibau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, serta menjaga kesehatan selama kondisi udara masih buruk.

“Jangan menunggu sampai kondisi semakin parah baru kita peduli,” pungkasnya.

Pewarta: Tim Redaksi/Ajrun
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.