Jum'at, 02 Oktober 2026, 20:47 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka transaksi intraday short selling (IDSS) mulai 1 Oktober 2026, bersamaan dengan kembali dibukanya short selling reguler. Pada tahap awal, IDSS hanya berlaku untuk lima saham yang dipilih berdasarkan likuiditas dan free float tinggi.
Investor wajib menyiapkan jaminan awal minimal Rp50 juta atau 50% dari nilai transaksi, dengan menggunakan nilai yang lebih tinggi. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, seluruh posisi IDSS wajib diselesaikan pada hari yang sama melalui pembelian kembali sebelum pasar tutup.
"Penerapan IDSS merupakan langkah lanjutan BEI dalam menyediakan variasi mekanisme transaksi sekaligus mendorong dinamika pasar. Pada tahap awal, penerapannya dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur dan manajemen risiko," ujar Irvan dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2026).
Lima saham yang dapat ditransaksikan melalui IDSS:
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Untuk mengendalikan risiko, BEI menetapkan kuota transaksi berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar reguler. Saham dengan RNTH di bawah Rp750 miliar dibatasi maksimal 0,02% dari jumlah saham tercatat per hari. RNTH Rp750 miliar-Rp1,5 triliun maksimal 0,03%, sedangkan RNTH di atas Rp1,5 triliun maksimal 0,05%.
Baca Juga: Hari Pertama Short Selling Resmi Dibuka, BEI Catat 50 Investor Buka Rekening Perdagangan
Baca Juga: Short Selling Resmi Diuji Coba, BEI Pastikan Pasar Tetap Stabil
Baca Juga: 3 Saham Short Selling Ambruk, BRPT Paling Tertekan
BEI juga memantau rasio jaminan investor. Jika harga saham naik dan jaminan tidak mencukupi, investor dapat terkena margin call. Jika kewajiban tidak dipenuhi, sistem akan melakukan forced buy atau pembelian kembali secara paksa pada akhir sesi perdagangan. Dengan demikian, posisi IDSS tidak dapat dibawa ke hari berikutnya.
Uji Coba hingga Akhir 2026
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, saat ini dua Anggota Bursa telah menyediakan layanan short selling, yakni PT Semesta Indovest Sekuritas dan PT Ajaib Sekuritas Asia. Dua AB lainnya masih dalam proses untuk menjadi penyedia layanan tersebut.
Hingga awal Oktober 2026, sekitar 50 investor telah membuka rekening short selling.
BEI tidak menetapkan target jumlah investor selama masa uji coba yang berlangsung hingga akhir 2026. Hasil evaluasi akan menjadi pertimbangan sebelum akses short selling diperluas pada 2027.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan