Bea Cukai Belawan ikuti FGD aurvei efektivitas layanan digital ekspor, impor, dan logistik - ANTARA News Sumatera Utara

2026/09/07

Medan (ANTARA) - Bea Cukai Belawan menjadi tuan rumah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Survei Efektivitas dan Efisiensi Implementasi Layanan Pemerintah Berbasis Digital di Bidang Ekspor, Impor, dan Logistik Tahun 2026, Rabu (2/9). Kegiatan tersebut melibatkan peserta yang terdiri atas eksportir, importir, dan pengangkut dari wilayah Belawan dan Kuala Namu.

Kegiatan FGD diselenggarakan dengan melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan melalui Lembaga National Single Window (LNSW) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). FGD menjadi forum untuk memperoleh masukan langsung dari pelaku usaha mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan layanan digital di bidang ekspor, impor, dan logistik.

Dalam pemaparannya, LNSW menjelaskan bahwa digitalisasi layanan tidak sekadar memindahkan formulir dari dokumen fisik ke sistem elektronik. Digitalisasi diarahkan untuk membangun rangkaian proses yang terintegrasi, mulai dari kesiapan persyaratan dan dokumen, proses ekspor, pengangkutan, integrasi proses pabean dan karantina, hingga pelepasan dan penyerahan barang atau peti kemas. 

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjawab sejumlah kendala yang selama ini dapat muncul dalam proses layanan, seperti proses yang terpisah, pengulangan data, status layanan yang sulit ditelusuri, serta koordinasi lintas pihak yang belum berjalan secara optimal. 

Survei mencakup empat layanan utama, yaitu SSm Pabean Karantina (Impor), SSm Ekspor, SSm Pengangkut, dan DO Online. Melalui survei ini, LNSW ingin mendengar pengalaman pengguna dari lima aspek, yaitu kemudahan, keandalan, integrasi, transparansi, dan dukungan. Aspek tersebut mencakup kemudahan akses dan navigasi, stabilitas dan kecepatan layanan, konsistensi data antarproses, kejelasan status dan notifikasi, hingga ketersediaan panduan serta bantuan ketika pengguna menghadapi kendala. 

Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, menyampaikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas layanan melalui kolaborasi dengan pengguna dan pemangku kepentingan. “Melalui forum ini, kami berharap peserta dapat menyampaikan kendala yang dihadapi secara terbuka sehingga dapat menjadi ruang untuk melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan,” ujar Agus Sujendro.

Survei ini bertujuan mengukur tingkat kepuasan pengguna, mengidentifikasi kelebihan dan area yang perlu ditingkatkan, mengetahui pengalaman pengguna sebelum dan setelah implementasi layanan digital, serta menjadi bahan evaluasi dan perumusan kebijakan peningkatan layanan. Responden survei merupakan pelaku usaha yang pernah menggunakan layanan pengajuan perizinan melalui layanan terintegrasi atau National Logistics Ecosystem (NLE). 

Bea Cukai Belawan mendorong pelaku usaha di wilayah kerja Pelabuhan Belawan untuk berpartisipasi dalam survei tersebut. Masukan dari pengguna diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi layanan di lapangan dan menjadi bahan bagi penyempurnaan layanan digital ke depan.

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.