BBWS Lampung bagi lima kawasan rawan banjir di Bandarlampung

2026/09/14

Bandarlampung (ANTARA) - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung membagi lima kawasan rawan banjir di Kota Bandarlampung dalam penyusunan rencana induk Pengendalian Banjir Kota Bandarlampung.

"BBWS Mesuji Sekampung terus berupaya menyusun Masterplan (rencana induk) Pengendalian Banjir Kota Bandarlampung. Setelah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, praktisi, serta seluruh camat di seluruh Kota Bandarlampung, maka dilanjutkan dengan rapat pendahuluan pekerjaan Masterplan dan DED," ujar Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan BBWS Mesuji Sekampung bersama PT Suwanda Karya Mandiri sebagai konsultan pelaksana telah menetapkan lima kawasan rawan banjir di Kota Bandarlampung berdasarkan inventarisasi kejadian banjir di periode 2018-2025.

"Lima kawasan tersebut meliputi Kawasan Utara-Tengah meliputi Kecamatan Rajabasa, Kedaton, dan Labuhan Ratu, dengan sejumlah titik rawan di antaranya Jalan ZA Pagar Alam, kawasan terminal atau Indra Bangsawan, Nunyai-Haji Ismail, Komarudin, Lambang-Pasemah, Palapa, dan Untung Suropati," katanya.

Kemudian Kawasan Timur dan Timur Laut meliputi Kecamatan Sukarame, Sukabumi, Way Halim, Tanjung Senang, dan Kedamaian. Sejumlah titik yang teridentifikasi antara lain Way Dadi, Way Dadi Baru, Korpri, Campang Jaya, Campang Raya, Way Laga, Jagabaya, Kalibalau, Kencana, dan Antasari.

Kawasan Pusat Kota meliputi Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Tanjung Karang Timur, Tanjung Karang Barat, dan Enggal. Kawasan yang teridentifikasi antara lain Jalan Kartini, Raden Intan, Pasir Gintung, Penengahan, Panglima Polim, HOS Cokroaminoto, serta kawasan perkotaan padat.

Kawasan Barat Daya dan kaki perbukitan meliputi Kecamatan Teluk Betung Barat dan Teluk Betung Timur. Sejumlah titik rawan antara lain daerah Bakung, Negeri Olok Gading, Kuripan, Keteguhan, Way Tataan, Sukamaju, dan Ulu Kunci.

Lalu Kawasan Hilir dan Pesisir yakni Kecamatan Panjang, Bumi Waras, dan Teluk Betung Selatan. Titik yang teridentifikasi antara lain Way Lunik, Yos Sudarso, Pidada, Ketapang, Srengsem, Garuntang, Pesawahan, Gedong Pakuan, dan Pasar Ambon.

"Selain memetakan kawasan rawan, FGD juga mengidentifikasi empat lapisan utama penyebab banjir di Bandarlampung," katanya menambahkan.

Ia merincikan pertama penyebab banjir yakni pembentukan limpasan yang dipengaruhi perubahan tutupan lahan, berkurangnya kawasan resapan, serta aliran air yang semakin cepat dari wilayah hulu dan kawasan terbangun.

"Kedua kapasitas sistem yang dipengaruhi penyempitan saluran, bangunan melintang, kerusakan tanggul, sedimentasi, dan sampah," ujar dia.

Selanjutnya ketiga adanya kondisi hilir, terutama pertemuan sistem drainase dengan sungai, pengaruh pasang di muara, backwater, serta kejadian banjir gabungan.

"Keempat aspek pengelolaan yang mencakup belum terpadunya pengendalian banjir, tata ruang, pengelolaan aset, pembagian kewenangan, ketersediaan data, dan koordinasi antar pihak," ujar dia.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.