Basarnas kerahkan 2 unit RIB cari jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda

2026/09/09

Basarnas kerahkan 2 unit RIB cari jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda

Rabu, 9 September 2026 15:54 WIB

Image Print

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap jurnalis yang hilang kontak di perairan Anak Krakatau, Selat Sunda, Lampung, Rabu (9/9/2026). ANTARA/HO/Basarnas Lampung

Lampung Selatan (ANTARA) - Basarnas Lampung mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk mendukung operasi pencarian delapan orang yang berada di dalam kapal cepat (speed boat) yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah dikonfirmasi di Lampung Selatan, Rabu mengatakan pengerahan dua RIB merupakan bentuk dukungan terhadap operasi SAR gabungan untuk mempercepat upaya menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.

Dukungan tersebut dilakukan setelah Basarnas Lampung menerima Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari Basarnas Banten pada Rabu (9/9) sekitar pukul 00.33 WIB, yang meminta dukungan personel dan alat utama SAR guna memperkuat pencarian.

“Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda. Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan,” katanya.

Delapan orang yang masih dalam pencarian tersebut terdiri atas Warta (55), selaku kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide, serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Basarnas kerahkan 2 RIB, cari jurnalis hilang kontak di Selat Sunda

Pewarta : Riadi Gunawan
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.