Baru 10% Perusahaan RI Siap AI, 4 Sektor Ini Jadi Prioritas Komdigi

2026/09/03

Jakarta -

Tingginya angka adopsi kecerdasan buatan (AI) di tingkat individu ternyata belum berbanding lurus dengan kesiapan dunia industri di Indonesia.

Laporan terbaru dari SEAPPI bersama OpenAI dan AWS mengungkapkan bahwa baru 10% perusahaan teradopsi AI di Indonesia yang benar-benar berhasil bertransformasi penuh memanfaatkan teknologi tersebut.

Riset tersebut mencatat bahwa 57% pelaku usaha mengeluhkan keterbatasan keterampilan dan talenta digital sebagai hambatan utama dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis harian mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Empat Sektor Prioritas Integrasi AI

Guna menutup kesenjangan kapabilitas (capability gap) di tingkat organisasi dan industri, riset tersebut merekomendasikan empat sektor strategis sebagai titik awal akselerasi AI nasional:

Ambisi Menjadi Pusat AI di ASEAN

Merespons temuan tersebut, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat membawa Indonesia menjadi pusat (hub) aplikasi AI di kawasan ASEAN.

"White paper ini menjadi rujukan penting untuk melihat kesiapan Indonesia melangkah dari adopsi AI menuju pemanfaatan yang lebih mendalam. Hal ini sejalan dengan prioritas Indonesia memperkuat posisi sebagai pusat aplikasi AI di ASEAN," tegas Edwin, dalam acara bertajuk From AI Adoption to AI Advantage: Indonesia's Next Growth Opportunity, yang digelar OpenAI di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Untuk mencapai target tersebut, Kemkomdigi berfokus memperkuat kapasitas komputasi nasional, mendorong transfer dan pengembangan teknologi bersama, serta membuka keran investasi yang berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas industri dalam negeri.

(asj/rns)

TAGS

LIHAT LAINNYA